RADARSOLO.COM — Pemkot Solo mulai menyiapkan langkah strategis untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Salah satunya dengan mengintegrasikan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai pemasok utama bahan pangan.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor Tahun 2025 tentang pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan bahwa sinergi antara KKMP dan MBG diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang berpihak pada pelaku usaha lokal.
“Harapannya MBG ini bisa belanja di Koperasi Merah Putih,” ujarnya, Selasa (7/4).
Saat ini, tercatat sedikitnya 54 KKMP telah terbentuk di Kota Solo. Sebagian di antaranya bahkan sudah memiliki atau tengah menyiapkan gerai, dengan produk yang didominasi hasil UMKM lokal.
Melalui skema ini, koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi warga, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung antara UMKM dengan kebutuhan besar program MBG.
“Ada beberapa koperasi yang sudah siap jadi pemasok. KKMP ini bisa jadi penyambung UMKM dengan MBG,” tegas Respati.
Lebih jauh, kebijakan ini juga diarahkan untuk mencegah potensi monopoli dalam pengadaan bahan pangan. Pemkot ingin memastikan distribusi ekonomi berjalan merata dan tidak dikuasai segelintir pihak.
“Supaya tidak ada oknum yang memonopoli bahan baku tanpa melibatkan UMKM lokal. KKMP akan berperan langsung di situ,” imbuhnya.
Integrasi ini dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM di Solo untuk masuk dalam rantai pasok program nasional. Selain memperluas pasar, skema tersebut juga berpotensi menciptakan perputaran ekonomi yang lebih kuat di tingkat kelurahan.
Dengan model ini, MBG tidak hanya menjadi program sosial, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas. (ves)
Editor : Kabun Triyatno