RADARSOLO.COM — Membanjirnya aduan warga soal jalan rusak dan berlubang mendorong Pemerintah Kota Solo mempercepat langkah perbaikan. Memasuki musim kemarau mendatang, pemkot memastikan penanganan akan dikebut secara masif.
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan seluruh laporan masyarakat melalui Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS) menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.
“Setelah musim penghujan ini, pas kemarau kita akan gas pol. Secepatnya dan bertahap dimulai dari yang paling prioritas,” ujarnya, Selasa (7/4).
Ia mengakui, laporan terkait jalan berlubang menjadi salah satu keluhan paling dominan dari masyarakat, baik di jalan lingkungan maupun jalan utama. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama memicu kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, penanganan akan difokuskan pada titik-titik dengan tingkat kerusakan paling parah dan berdampak langsung pada aktivitas publik.
“Yang paling mengganggu fasilitas umum dan paling parah akan kita selesaikan dulu. Aduannya memang banyak, makanya harus segera ditangani,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Solo Nur Basuki menyebut perbaikan sebenarnya sudah mulai dilakukan di sejumlah ruas jalan dalam beberapa waktu terakhir.
Beberapa titik yang telah ditangani antara lain Jalan Pakel, Jalan S. Parman, serta ruas lain dengan tingkat kerusakan tinggi. Dalam waktu dekat, perbaikan lanjutan juga akan menyasar Jalan Sekar Jagad (Pajang), kawasan sekitar SMP Negeri 9 Surakarta, hingga Jalan Kolonel Sugiono.
“Sebagian besar sudah kita tangani, tinggal yang minor. Dalam waktu dekat juga akan ada lelang untuk perbaikan Jalan Kolonel Sugiono,” jelasnya.
DPUPR juga akan menjalankan program “sapu lubang” sebagai langkah cepat menutup titik-titik kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Dengan percepatan ini, pemkot berharap risiko kecelakaan akibat jalan rusak dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kenyamanan mobilitas warga di Kota Solo. (ves)
Editor : Kabun Triyatno