RADARSOLO.COM – Beban sampah di TPA Putri Cempo sudah di ambang batas. Merespons kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani bergerak cepat mengajak pedagang hingga pengunjung pusat perbelanjaan untuk memutus rantai ketergantungan pada plastik sekali pakai.
Selain demi menjaga kelestarian lingkungan, langkah "diet plastik" ini menjadi solusi logis menghadapi lonjakan harga bahan baku plastik yang kian mencekik pelaku usaha belakangan ini.
Kampanye masif ini dilakukan Astrid saat menyisir Pasar Gede Solo hingga pusat perbelanjaan modern Neo Solo Grand Mall, beberapa waktu lalu. Di sana, ia berdialog langsung dengan para pedagang untuk mulai beralih menggunakan alat saji yang lebih berkelanjutan.
“Selain harga plastik yang terus meningkat, kita harus sama-sama mengurangi beban sampah plastik di Kota Solo. Ini bukan sekadar imbauan, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Astrid Widayani, Minggu (12/4/2026).
Astrid mendorong momentum kenaikan harga plastik ini sebagai titik balik perubahan perilaku. Ia menyarankan pelaku usaha mengganti sedotan dan cup plastik dengan bahan kertas. Bagi konsumen, membawa tempat makan atau kantong belanja sendiri dari rumah adalah cara paling ampuh untuk menekan biaya tambahan sekaligus mengurangi limbah.
“Pedagang di foodcourt atau pasar bisa mengganti kemasan sekali pakai dengan alat makan yang dapat digunakan kembali. Penggunaan bahan non-plastik sangat diperbolehkan, asalkan tetap memenuhi standar keamanan pangan,” imbuhnya.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data, 44 pasar tradisional di Solo menyumbang 33 persen dari total sampah harian yang mencapai 386-419 ton ke TPA Putri Cempo. Angka ini menjadi sasaran utama Pemkot Solo dalam program pengelolaan sampah hulu-hilir yang digalakkan per April 2026.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Arif Handoko, menegaskan pihaknya mematok target tinggi untuk menekan produksi limbah dari sektor perdagangan.
“Produksi sampah harian dari pasar tradisional di Solo coba kita tekan 30 hingga 50 persen agar tidak semuanya menumpuk di TPA Putri Cempo. Sosialisasi terus kita kencangkan kepada para pedagang agar mereka mulai memilah dan mengurangi penggunaan plastik,” jelas Arif.
Astrid berharap, perubahan kecil dari tangan pedagang dan pembeli di pasar dapat memberikan dampak signifikan bagi daya dukung lingkungan Kota Bengawan di masa depan. (ves)
Editor : Kabun Triyatno