Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sambangi Jokowi di Solo, Ahmad Ali Sebut Isu Ambil Alih Parpol Tak Logis: Ngapain Sekarang?

Antonius Christian • Kamis, 16 April 2026 | 13:59 WIB
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali beri keterangan usai bertemu Jokowi, Kamis (16/4). (A Christian/Radar Solo)
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali beri keterangan usai bertemu Jokowi, Kamis (16/4). (A Christian/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali memberikan pembelaan keras terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait isu miring yang menyebut adanya upaya pengambilalihan partai politik lain. Menurut Ali, narasi tersebut tidak berdasar dan sengaja dihembuskan untuk memojokkan Jokowi pasca-purna tugas.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Ali usai mengunjungi kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (16/4). Ia menilai rekam jejak Jokowi selama menjabat sebagai presiden justru menunjukkan sikap kenegarawanan yang tinggi.

Baca Juga: Antisipasi El Nino 2026, BPBD Boyolali Petakan Titik Rawan Karhutla di Lereng Merbabu Boyolali

“Kalau Pak Jokowi mau mengambil alih partai, logikanya itu dilakukan saat beliau masih berkuasa penuh. Namun faktanya, beliau tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk hal tersebut. Sekarang setelah tidak lagi menjabat, ngapain ambil alih partai? Lebih baik membesarkan partai yang sudah ada,” tegas Ali.

Ali menduga isu liar ini diciptakan oleh pihak-pihak yang merasa terancam secara politik. Ia menekankan bahwa fokus PSI saat ini adalah membangun kekuatan internal untuk menyongsong Pemilu 2029, bukan mencampuri dapur organisasi lain.

Baca Juga: Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Langsung Jadi Tersangka Korupsi oleh Kejagung

Selain membela Jokowi, Ahmad Ali juga mengklarifikasi polemik pelaporan terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Ia membantah keras adanya keterlibatan kader PSI dalam aksi pelaporan tersebut.

“Perlu saya tegaskan, bukan kader PSI yang melaporkan Pak JK. Kami tidak punya urusan dengan hal itu. Pelaporan tersebut dilakukan oleh organisasi lain, seperti GAMKI, yang memiliki independensi sendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Kemarau Datang Mei, BMKG: Solo Masih Berpotensi Diguyur Hujan

Meski pelaporan tersebut adalah hak konstitusional setiap warga negara, Ali mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Jusuf Kalla untuk mendinginkan suasana. Ia bahkan berencana memediasi kedua belah pihak guna meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

“Kemarin Pak JK menelepon saya. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan bertemu. Saya akan mencoba memediasi agar jika ada kesalahpahaman bisa segera diluruskan,” ungkap Ali.

Ahmad Ali menyayangkan jika energi bangsa habis tersedot untuk isu-isu yang dipolitisasi. Ia mengajak publik dan media untuk lebih jernih dalam membedakan antara sikap pribadi, organisasi tertentu, dan kebijakan partai.

“Jangan habiskan energi untuk hal-hal seperti itu. Jika ada yang keliru, selesaikan dengan baik, bisa saling meminta maaf. Kita harus bisa membedakan mana sikap organisasi dan mana partai, jangan mudah men-justifikasi tanpa dasar,” pungkasnya. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#ambil alih #partai politik #jokowi #ahmad ali #psi