Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perkuat Pemberdayaan Inklusif, Jebres Solo Terpilih Jadi Pilot Project Kecamatan Berdaya Jawa Tengah

Silvester Kurniawan • Jumat, 17 April 2026 | 18:24 WIB
Rapat koordinasi Kecamatan Berdaya Pemprov Jateng. (Humas Pemkot Solo)
Rapat koordinasi Kecamatan Berdaya Pemprov Jateng, Kamis (16/4/2026). (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO>COM – Kecamatan Jebres di Kota Solo didorong menjadi role model atau percontohan Kecamatan Berdaya di Provinsi Jawa Tengah. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kecamatan Berdaya Provinsi Jateng Tahun 2026 yang digelar di Gedung Gradika, Semarang, Kamis (16/4).

Dalam forum strategis yang dihadiri 576 peserta mulai dari Bupati, Wali Kota, hingga Camat se-Jawa Tengah tersebut, Gubernur menekankan pentingnya kecamatan sebagai simpul utama pemberdayaan masyarakat yang inklusif. Sebagai komitmen nyata, seluruh kepala daerah melakukan penandatanganan pakta integritas untuk mempercepat implementasi program tersebut.

Baca Juga: Menikmati Eksotisme Waduk Gajah Mungkur dari Ketinggian "Lambung Kapal" Desa Sendang

"Program Kecamatan Berdaya harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kuncinya ada pada kolaborasi dan inovasi di tingkat wilayah. Hari ini kita kumpulkan semua untuk melakukan pakta integritas," tegas Ahmad Luthfi.

Penunjukan Kecamatan Jebres sebagai percontohan tingkat provinsi bukan tanpa alasan. Wilayah ini sebelumnya menjadi lokasi peluncuran perdana program Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah pada April 2025. Jebres dinilai paling siap dalam mengintegrasikan berbagai intervensi sosial dan ekonomi.

Baca Juga: 17.500 Pedagang Bakso di Jateng Siap Naik Kelas, Dorong Standarisasi hingga Sertifikat Halal

Program di Jebres mencakup perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan penyandang disabilitas, hingga penguatan ekonomi kreatif bagi generasi muda. Salah satu pilar pendukungnya adalah program Kartu Zilenial yang menyasar pemuda usia 16–30 tahun untuk pengembangan keterampilan digital dan kewirausahaan.

"Pendekatan kolaboratif di sini sangat kuat dengan melibatkan perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha. Mulai dari pelatihan digital marketing, pengembangan santripreneur, hingga pemberdayaan tani milenial," imbuh Gubernur.

Baca Juga: Ratu Narkoba Kendalikan Jaringan Sabu Di Kartasura Sukoharjo, Upah Kurir Rp 11 Juta

Program Kecamatan Berdaya sendiri merupakan bagian dari 22 program intervensi strategis Pemprov Jateng yang bertujuan menekan angka pengangguran dan meningkatkan kemandirian kelompok rentan.

Menanggapi penunjukan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyatakan kesiapannya untuk menjadikan Jebres sebagai mercusuar pemberdayaan yang dapat direplikasi oleh wilayah lain.

"Kami siap menindaklanjuti arahan Gubernur. Kecamatan Jebres akan terus kami dorong menjadi percontohan, baik dalam aspek pelayanan publik maupun pemberdayaan masyarakat. Capaian di Jebres diharapkan dapat diadopsi oleh kecamatan lain, tidak hanya di Solo tetapi juga di seluruh Jawa Tengah," ungkap Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, yang hadir dalam rakor tersebut. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#kecamatan bedaya #disabilitas #kecamatan jebres #pakta integritas #inklusif