RADARSOLO.COM – Persis Solo pulang dengan tangan hampa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (18/4/2026). Dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-28, Laskar Sambernyawa kalah di markas Arema FC 0-2 (0-1).
Jalannya pertandingan bisa dibilang memang cukup menarik, sayangnya peluang lebih banyak didapat tim tuan rumah. Lini pertahanan Persis benar-benar dibuat waswas sepanjang laga karena teror yang dilakukan lini depan Singo Edan.
Laskar Sambernyawa sejatinya sempat berpeluang menghadapi Arema FC dengan 10 pemain setelah Arkhan Fikri melakukan pelanggaran keras terhadap Zanadin Fariz.
Baca Juga: Persis Solo Wajib Poin di Kanjuruhan, Milomir Seslija: Tak Bisa Sekadar Omong Kosong
Namun, keputusan wasit melalui tinjauan VAR hanya memberikan kartu kuning kepada Arkhan, bukan kartu merah. Keputusan tersebut memicu polemik dan berdampak pada konsentrasi lini pertahanan Persis Solo.
Tak lama berselang, Arema FC berhasil malah membuka keunggulan melalui gol tendangan keras Gabriel Silva pada menit ke-16. Hingga babak pertama usai, Persis Solo tertinggal 0-1.
Memasuki babak kedua, Persis melakukan perubahan. Cukup mengejutkan mengingat Dimitri Lima dimasukkan untuk gantikan Roman Paparyha. Hal ini mengejutkan, mengingat sosok Jefferson Ferreira de Souza sejatinya yang dinilai belum memperlihatkan performa yang memukau di babak pertama.
Baca Juga: RASOHISTORI 1980: Persis Solo Jadi Juru Kunci, PSIM Jogja dan Persija Jakarta Juara
Di lain sisi, di 45 sisa di babak kedua ini, Arema FC malah semakin menekan. Gustavo Franca dan Joel Vinicius beberapa kali mengancam gawang Persis Solo yang dikawal Riyandi.
Sialnya, pada menit ke-52, Gabriel Silva kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sepakan placing yang tak mampu dibendung Riyandi. Situasi ini membawa Arema FC menjauh dengan keunggulan 2-0.
Tertinggal dua gol, tekanan terhadap Persis Solo semakin meningkat, mengingat mereka membutuhkan poin untuk menjauh dari zona degradasi. Namun, Arema FC justru tampil lebih nyaman dalam menguasai permainan hingga memasuki menit ke-72.
Serangan balik cepat Arema FC terus merepotkan lini pertahanan Persis Solo. Pada menit ke-80, Pelatih Milomir Seslija diluar dugaan menarik Dimitri Lima, dan memilih memasukkan Yabes Roni agar bisa ada perubahan di pola permainan.
Hingga memasuki masa injury time, Persis Solo masih saja kesulitan menembus rapatnya pertahanan Arema FC, hingga akhirnya benar-benar gagal memperkecil ketertinggalannya. Skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga laga usai.
Hasil minor ini membuat Persis kembali turun ke zona merah, tepatnya di peringkat ke-15 dengan tabungan 24 poin. Hasil lima kali menang, sembilan seri,dan 14 kali kalah.
Situasi ini membuat papan bawah semakin menegangkan. Semen Padang (20 poin) dan SPSB Biak (18 poin) yang masih ada di zona degradasi masih dalam kondisi waswas. Semen pada peringkat ke-12 hingga 15, yang diduduki oleh Persik Kediri (30 poin), PSM Makassar (28 poin), Madura United (26 poin) dan Persijap Jepara (25 poin) juga masih dalam kondisi tak tenang, dan dari ancaman degradasi. (hj/nik)