Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

SD Kanisius Pucangsawit Jadi Pionir Edukasi Pangan dan Karakter, Bakal Diadopsi Sekolah-Sekolah Negeri di Solo

Silvester Kurniawan • Kamis, 30 April 2026 | 17:11 WIB
Siswa SD Kanisius Pucangsawit Solo mendapat pembelajaran ketahanan pangan di sekolah. (M Ihsan/Radar Solo)
Siswa SD Kanisius Pucangsawit Solo mendapat pembelajaran ketahanan pangan di sekolah. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Mengusung konsep pembelajaran holistik, SD Kanisius Pucangsawit mengajak para siswanya mempraktikkan teori secara langsung di lapangan. Melalui materi beternak dan berkebun yang terintegrasi dengan edukasi pangan, sekolah ini sukses mencuri perhatian Wali Kota Solo Respati Ardi yang berencana mengadopsi konsep serupa ke sekolah-sekolah negeri di Kota Bengawan.

Kedatangan Wali Kota Respati Ardi beserta istri disambut meriah oleh riuh suara siswa dan dentuman alat musik marching band. Kehadiran orang nomor satu di Solo tersebut bertujuan untuk menyaksikan langsung proses pembelajaran unik yang belakangan viral di berbagai platform media sosial.

Baca Juga: SMA Warga Surakarta Kawinkan Gelar, Ini Daftar Pemenang Popda Basket Surakarta 2026

Di sekolah ini, para siswa tidak hanya belajar di dalam kelas. Mereka turun langsung menanam aneka sayuran, memanen telur ayam, hingga berkolaborasi dengan orang tua untuk mengolah hasil panen menjadi hidangan sehat.

“Saya senang sekali, SD Kanisius Pucangsawit kini menjadi sorotan nasional. Ini adalah keberhasilan keluarga besar sekolah yang menginspirasi. Saya harap konsep ini segera diaplikasikan di SD-SD negeri kami. Pemkot akan mendukung dengan bantuan alat pertanian dan keperluan lainnya,” ucap Respati Ardi, Kamis (30/4).

Baca Juga: Update Dugaan Keracunan SMPN 1 Tulung Klaten: SPPG Sorogaten Tutup Sementara, 1.524 Siswa dan 141 Guru dari 16 Sekolah Tak Dapat Jatah MBG

Dalam kunjungannya, Respati mendampingi para siswa menuju sepetak kebun sederhana di sudut sekolah. Ia menyaksikan antusiasme anak-anak memanen sawi sendok dan mentimun yang telah dirawat sejak masa penyemaian. Tak hanya berkebun, Respati juga meninjau kandang ayam petelur di mana siswa rutin mengambil telur untuk edukasi pangan sehat.

“Luar biasa, ini adalah investasi karakter bagi anak-anak kita. Proses ini juga melibatkan orang tua untuk ikut memasak, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang kuat. Ini harus segera kita terapkan di sekolah negeri,” tegas Respati.

Baca Juga: Tekad Tukang Pentol Asal Semarang Naik Haji: Menabung Rp5 ribu per Hari selama 20 Tahun untuk Tunaikan Rukun Islam Kelima

Kepala Sekolah SD Kanisius Pucangsawit, Perdana Wulandari, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar anak dapat melihat, merasakan, dan mendengarkan langsung dari lingkungan sekitar. Selain mencintai bumi, para siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai mikro dan makro nutrien dari ahli gizi saat mengolah hasil kebun.

“Anak-anak belajar mencintai bumi sebagai rumah bersama. Dampaknya, mereka bisa menikmati hasil kerja kerasnya dari awal. Makanan yang diolah bersama orang tua ini menjadi bagian dari pembelajaran gizi yang komprehensif,” jelas Perdana.

Inovasi yang dipersiapkan sejak Desember 2025 ini telah melewati satu kali siklus panen besar. Setiap kelas memiliki jadwal bergantian untuk merawat tanaman dan ternak. Tak berhenti di situ, para siswa juga diajarkan peduli lingkungan dengan membawa sampah dapur dari rumah untuk diolah menjadi pupuk organik di sekolah.

“Proses memasak didampingi oleh ahli gizi untuk memberikan edukasi nutrisi. Untuk panen kedua nanti, kami akan melibatkan lebih banyak orang tua murid agar kolaborasi ini semakin kuat,” pungkas Perdana. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
edukasi pangan gizi pertanian sekolah