RADARSOLO.COM — Sejumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) asal Kota Bengawan dipastikan bakal ikut dipromosikan dalam gelaran bergengsi Solo Batik Carnival (SBC) 2026. Gelaran ke-17 ini menjadi simbol dukungan nyata pemerintah dalam mengangkat potensi ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Solo.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani yang juga didapuk menjadi model dalam event tahunan ini, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Solo ingin menunjukkan komitmen konkret terhadap pelaku UMKM dan IKM melalui panggung budaya.
"Grand Final Solo Batik Carnival 2026 akan berlangsung pada 11 Juli 2026. Parade dimulai dari kawasan Stadion Sriwedari hingga Balai Kota Solo, menyusuri Jalan Slamet Riyadi dengan menampilkan kostum batik spektakuler," ujar Astrid, Rabu (6/5/2026).
SBC ke-17 mengusung tema “PITOELAS”. Tema ini tidak hanya menonjolkan estetika kostum, tetapi juga merepresentasikan kekuatan IKM dari berbagai wilayah di Kota Solo. Uniknya, setiap detail kostum merupakan representasi dari produk unggulan tiap kecamatan:
Baca Juga: Siswi yang Jadi Korban Pelecehan Diduga Lebih dari 1 Anak, Guru SMP di Wonogiri Diringkus Polisi
-
Serengan: Industri shuttlecock bulutangkis diolah menjadi ornamen artistik pada bagian mahkota.
-
Mojosongo: Struktur rangka kostum terinspirasi dari konstruksi sangkar burung yang kokoh dan estetis.
-
Banjarsari: Elemen kayu dengan ukiran khas mebel menghiasi detail kostum.
-
Pajang & Laweyan: Motif lukisan bunga pada gaun menggambarkan kreativitas lukis kain dan penggunaan Batik Truntum yang ikonik.
Baca Juga: Atap SDN Girilayu Ambruk, Disdikbud Karanganyar Siapkan Usulan Rehab di Perubahan Anggaran
Astrid menjelaskan, filosofi "PITOELAS" juga merujuk pada semangat Pitulungan lan Welas, yakni nilai gotong royong dan kepedulian antarwarga. Penguatan ekonomi daerah, menurutnya, harus dimulai dari dukungan penuh terhadap produk lokal.
"Kostum bertajuk ‘PITOELAS’ merupakan penggabungan dari tiga defile yang menggambarkan ekosistem UMKM di Kota Solo secara utuh; mulai dari kerajinan, industri rumah tangga, hingga produk kreatif berbasis budaya," tambahnya.
Melalui event ini, Pemkot Solo mengajak masyarakat untuk lebih bangga menggunakan produk dalam negeri, khususnya hasil karya perajin lokal.
"Ini adalah bukti nyata semangat saling membantu dengan membeli dan mempromosikan produk tetangga sendiri. Mari kita gerakkan ekonomi kerakyatan. Pakai produk Solo, bangga dengan karya IKM kota kita, karena kemajuan kota dimulai dari dukungan kita terhadap usaha kecil di sekitar kita," pungkas Astrid. (ves)
Editor : Kabun Triyatno