Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Stok Pangan Peternak Ayam Aman, Bulog Amankan Stok 4.500 Ton Jagung

Antonius Christian • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:31 WIB
Stok jagung di Bulog masih aman penuhi kebutuhan pakan ternak.
Stok jagung di Bulog masih aman penuhi kebutuhan pakan ternak.

RADARSOLO.COM – Pemerintah mulai menggulirkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung di wilayah Solo Raya. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan baku pakan ternak sekaligus menekan tingginya biaya produksi yang selama ini dikeluhkan oleh para peternak ayam petelur.

Program tersebut ditandai dengan pelepasan distribusi jagung SPHP kepada peternak melalui Koperasi Jasa Pinsar Petelur Nasional Solo dan Koperasi Pinsar Unggas Nasional Sejahtera Solo. Kegiatan dipimpin langsung oleh Direktur SPHP Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, bersama jajaran Perum Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah.

Baca Juga: Populasi Bertambah, Bayi Rusa Timor Lahir Alami di Kandang Konservasi DLH Boyolali

"Pada tahap awal, kedua koperasi telah melakukan pesanan (purchase order) sebanyak 78 ton jagung melalui aplikasi Klik SPHP Jagung. Sementara itu, stok jagung yang tersimpan di gudang Perum BULOG Kantor Cabang Solo saat ini mencapai sekitar 4.500 ton," ujar Maino.

Ketersediaan stok ini menjadi kabar baik bagi peternak di Solo Raya, mengingat jagung merupakan komponen utama dalam pakan ayam petelur. Maino menyebutkan bahwa program SPHP Jagung memberikan solusi nyata di tengah harga pakan yang masih fluktuatif di pasaran.

“Pemerintah ingin memastikan kebutuhan jagung pakan tetap tersedia dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini diharapkan membantu peternak menjaga keberlangsungan usaha dan menstabilkan biaya produksi mereka,” tambahnya.

Baca Juga: Gagal Berangkat ke Tanah Suci karena Masalah Kesehatan, 57 Jemaah Haji Embarkasi Solo Dipulangkan ke Daerah Asal

Pemimpin Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah Sri Muniati menjelaskan teknis harga dalam program ini. Harga di gudang sebesar Rp5.000 per kilogram dijual kepada koperasi/asosiasi, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) Rp5.500 per kilogram harga tebus peternak di koperasi.

Sri menegaskan bahwa harga penyaluran kepada peternak akhir tidak boleh melebihi HET yang telah ditetapkan pemerintah. “Dengan stok yang tersedia, kami optimistis kebutuhan jagung pakan di wilayah Solo Raya tetap aman dan terkendali,” katanya.

Baca Juga: Mudah! Cara Cek Bansos Tahap 2 2026 dan Status Penerima di cekbansos.kemensos.go.id, Cukup Pakai NIK KTP

Kalangan peternak menyambut positif program ini. Perwakilan Koperasi Jasa Pinsar Petelur Nasional Solo, Robi, menyatakan kualitas jagung di gudang BULOG sangat memadai untuk kebutuhan produksi pakan.

"Hasil pengecekan menunjukkan kadar air jagung relatif kering sehingga sangat layak digunakan. Kami optimistis jagung SPHP ini akan diminati karena selain kualitasnya baik, harganya jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar saat ini," ungkap Robi.

Pihaknya berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan guna memastikan stabilitas pasokan dan harga pakan ternak di Solo Raya tetap terjaga dalam jangka panjang. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#koperasi #pakan ternak #bulog #peternak #jagung