RADARSOLO.COM – Menjamurnya usaha coffee shop dan coworking space di Kota Solo memicu lonjakan minat masyarakat menjadi barista profesional.
Fenomena ini ditangkap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan menggelar program pelatihan barista gratis, dalam rangkaian PNFest 2026.
Direktur salah satu lembaga kursus Royal Season Rani Febriana mengungkapkan, tahun ini kali ketiga menjadi salah satu mitra yang digandeng Pemkot Solo.
Ia mencatat kenaikan pendaftar hingga 100 persen atau 75 orang. Jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 30 orang.
Baca Juga: APBN Stop Subsidi Batik Solo Trans di 2027, Pemkot Solo Kebut Solusi Anggaran Operasional
“Secara general, peminat pelatihan barista bertambah lebih dari 100 persen di tahun ini. Kami dapat alokasi anggaran dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, untuk membantu anak-anak yang putus sekolah,” jelas Rani, kemarin (17/5).
Ya, pemkot melalui disdik sangat peduli akan nasib anak-anak putus sekolah atau warga yang masih menganggur. Mereka dibina agar bisa meningkatkan kompetensinya.
“Sekarang kan banyak coffee shop dan coworking space. Siapa lagi yang mau mengisi kalau bukan kita atau anak-anak warga Solo,” imbuh Rani.
Selama enam hari dengan total 24 jam pelajaran, para peserta dibekali pengenalan jenis kopi, teknik manual brew, V60, Vietnam Drip, serta latte art.
Selain itu materi hospitality untuk pelayanan konsumen juga diberikan. Termasuk manajemen bisnis berupa penghitungan cost per cup dan harga jual.
“Ini kesempatan yang bagus. Jika mengikuti kelas reguler, pelatihan ini biasanya sampai Rp 7,5 juta per bulan,” bebernya.
Dari 75 pendaftar, tercatat 20 orang disaring untuk masuk kuota utama disdik. Sedangkan sisanya dialihkan ke program tambahan gratis, melalui Inkubator Bisnis yang disediakan lembaga kursus agar seluruh peminat tetap mendapatkan pelayanan.
Menurutnya, sebagian besar peserta mengikuti pelatihan ini dengan motivasi untuk membuka usaha sendiri. Sedangkan sebagian lainnya untuk menambah kompetensi.
“Saya harap semua industri relate dengan pelatihan yang diselenggarakan PNFest. Mereka juga bisa berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja. Walaupun pelatihannya singkat, tapi kami rancang anak-anak supaya memiliki kompetensi kerja,” beber Rani.
Baca Juga: Nodai Kemenangan Persis Solo, 33 Oknum Suporter Diamankan Polresta Solo
Kondisi yang tidak kalah membeludak juga terjadi di TLC Solo. Ketua Yayasan TLC Solo Prihandika Jodi Hantono menyebutkan, kuota gratis yang disediakan untuk lembaga mereka sejatinya hanya 10 orang. Namun jumlah pendaftar menyentuh 200 orang.
“Dari 2023 ada 60 orang, kemudian di 2024 hampir menyentuh angka 100 orang, sampai tahun ini yang berminat sudah 200 orang,” beber Prihandika.
Mengakomodasi ledakan minat tersebut, Prihandika membuka kelas pelatihan mandiri. Biayanya bersubsidi Rp 500.000 per orang, yang langsung diisi 30 peserta pada gelombang pertama.
“Kemarin ada evaluasi dari mas wali (Wali Kota Solo Respati Ardi). Katanya kuota tahun depan akan ditambah menjadi 400-an peserta,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto