Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Banjir Kritik Akibat Macet dan Balon Gagal Terbang, Wali Kota Respati Desak Panitia Festival Evaluasi Total

Silvester Kurniawan • Senin, 18 Mei 2026 | 17:37 WIB
Festival balon udara di alun-alun utara yang digagas Bank Syariah Jateng Minggu (18/5) gagal terbang. (Arief Budiman/Radar Solo)
Festival balon udara di alun-alun utara yang digagas Bank Syariah Jateng Minggu (18/5) gagal terbang. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM — Wali Kota Solo Respati Ardi meminta pihak penyelenggara Festival Balon Udara di Alun-alun Utara untuk melakukan evaluasi total dari berbagai aspek. Perbaikan mutlak diperlukan, mulai dari kesiapan teknis penerbangan hingga penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung di lapangan.

Saat ditemui di Balaikota Solo, Respati menegaskan bahwa evaluasi atas acara yang digelar pada Minggu (17/5) pagi tersebut sangat krusial. Pasalnya, kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Jateng Syariah itu menuai banyak kritik dari masyarakat karena dianggap kurang matang, baik dari sisi teknis balon yang gagal mengorona maupun dampak kelumpuhan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca Juga: Festival Balon Udara Perdana di Boyolali Diserbu Ribuan Pengunjung, Cluntang Musuk Jadi Lautan Manusia

"Kami banyak menerima masukan dan keluhan dari masyarakat terkait event balon udara kemarin. Saya sudah melihat langsung berbagai insight serta catatan kritis dari warga mengenai penyelenggaraan ini," ujar Respati, Senin (18/5).

Merespons dinamika tersebut, Respati bergerak cepat melakukan koordinasi dengan panitia penyelenggara. Langkah ini diambil agar kesalahan serupa tidak terulang, terlebih pihak panitia menginformasikan adanya rencana untuk menggelar kembali acara serupa dalam waktu dekat.

"Saya sudah meminta kepada penyelenggara untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Informasinya, mereka berencana menggelar ulang kegiatan ini bertepatan dengan momentum Idul Adha mendatang," beber Wali Kota.

Baca Juga: Festival Balon Udara Perdana di Boyolali Diserbu Ribuan Pengunjung, Cluntang Musuk Jadi Lautan Manusia

Pemkot Solo menekankan pentingnya standarisasi sebuah acara agar festival yang dihadirkan mampu memberikan impresi serta pengalaman yang baik bagi pengunjung, bukan justru meninggalkan keluhan. Panitia diminta memperhitungkan segala risiko, termasuk manajemen kerumunan dan rekayasa jalur alternatif.

“Penuhi semua standar kelayakan manajemen event. Persoalannya tidak hanya sebatas balon yang tidak berhasil terbang tinggi akibat angin, tetapi rentetan dampaknya. Kegiatan kemarin memicu kemacetan parah yang mengganggu aktivitas harian masyarakat di sekitar area luar alun-alun,” tegas Respati.

Baca Juga: Stok Langka, Harga Sparepart dan Oli Melonjak

Meski memberikan teguran keras terkait operasional di lapangan, Respati memastikan bahwa Pemerintah Kota Solo tidak akan membatasi ruang kreativitas para promotor acara. Pemkot berkomitmen untuk terus menyokong agenda-agenda yang mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi sirkular.

"Kami dari Pemerintah Kota Solo berkomitmen penuh mendukung setiap kegiatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Namun, mari kita sama-sama menjaga kualitasnya. Setiap event di Kota Solo harus berjalan dengan manajemen yang baik agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat tanpa merugikan kenyamanan publik," pungkasnya. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#festival balon udara #gagal terbang #bank jateng syariah #panitia