RADARSOLO.COM – Gagalnya sejumlah balon udara untuk mengembang secara sempurna dalam Festival Balon Udara di Alun-alun Utara Solo, Minggu (17/5) pagi, memicu gelombang kekecewaan. Alih-alih menjadi hiburan, event perdana ini justru panen komentar negatif dan kritik tajam dari masyarakat, baik di dunia nyata maupun media sosial.
Masyarakat mengeluhkan balon gas yang gagal mengangkasa akibat kendala teknis. Meskipun sebelumnya pihak penyelenggara berdalih bahwa kegagalan tersebut murni dipicu oleh faktor alam berupa hembusan angin yang terlalu kencang mencapai 12–20 knot, warga menilai panitia kurang siap melakukan mitigasi.
Kekecewaan tersebut tercermin dari viralnya berbagai konten di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun TikTok @Bang_Ibnu yang membagikan video perbandingan ekspektasi vs realita dengan takarir, "Di luar ekspektasi warga Solo."
Tidak hanya masalah balon, manajemen lalu lintas juga menjadi sasaran kritik penonton. Kedatangan puluhan ribu orang secara bersamaan memicu kelumpuhan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan penghubung. Akun TikTok @unaa mengunggah video kemacetan panjang di kawasan Alun-alun Utara dan Supit Urang dengan menuliskan, "Wong sak Indonesia nonton balon udara, #Solo."
Baca Juga: SPMB SMA Dan SMK Sederajat Segera Berlaku E-Ijazah, Perketat Validasi Data
Gagalnya pemenuhan ekspektasi publik ini mendapat perhatian serius dari tokoh masyarakat Solo Kusumo Putro. Ia sangat menyayangkan sikap panitia penyelenggara yang dinilai tidak komunikatif dan terkesan membiarkan massa tanpa kepastian di lokasi acara.
“Pengunjung awam tentu tidak paham soal teknis kecepatan angin atau regulasi keselamatan penerbangan komersial. Yang kami sesalkan, tidak ada penyampaian informasi atau pengumuman resmi menggunakan pengeras suara dari panitia di lapangan saat pembatalan terjadi. Warga sudah terlanjur berdesakan dan menanti berjam-jam. Ini jelas mempermalukan nama baik Kota Solo,” kritik Kusumo, Senin (18/5). (ves)
Editor : Kabun Triyatno