RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota Surakarta menggelar kerja bakti bersama di kawasan Benteng Vastenburg dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah kota, komunitas peduli lingkungan, hingga organisasi masyarakat di Kota Solo.
Para peserta kerja bakti membersihkan area benteng dengan memungut sampah, memangkas tanaman liar, hingga menyapu sejumlah titik di kawasan cagar budaya tersebut.
Baca Juga: Solo Mulai Bersih-bersih Usaha Minuman Alkohol Nakal
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan Benteng Vastenburg bukan hanya ikon sejarah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat untuk berbagai kegiatan budaya, wisata, hingga sosial.
“Selain ikon sejarah, Benteng Vastenburg merupakan kawasan yang menjadi jujugan banyak masyarakat untuk berbagai kegiatan mulai berwisata, kegiatan budaya, bahkan sosial. Jadi menjaga keindahan dan kelestarian cagar budaya ini merupakan salah satu komitmen pemerintah kota,” ujar Astrid.
Ia menegaskan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak cukup hanya dilakukan secara seremonial. Menurutnya, semangat kebangkitan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
Astrid berharap kegiatan kerja bakti tersebut mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik di Kota Solo.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat penting dalam mewujudkan tata kota yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Baca Juga: Ribuan Ekor Ikan Lele Banjiri SPBU Cokro Klaten, Pengisian BBM Tersendat
Selain itu, kerja bakti juga menjadi bagian dari kampanye pengelolaan sampah yang terus digencarkan Pemkot Surakarta. Pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan demi menciptakan kota yang bersih dan nyaman.
“Kota yang bersih dan nyaman hanya bisa terwujud apabila ada kepedulian dan partisipasi bersama dari seluruh elemen,” tambah Astrid.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, gerakan menjaga kebersihan lingkungan harus terus diperkuat agar menjadi budaya bersama di Kota Solo.
“Kami apresiasi keterlibatan masyarakat. Ini harus jadi gerakan bersama sehingga kebersihan kota selalu terjaga,” ujarnya.
Pemkot Surakarta sendiri saat ini terus mengintensifkan edukasi pengelolaan sampah hingga tingkat RT dan RW sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan hidup dan menciptakan tata kota yang lebih sehat. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy