Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ini Penyebab Pelaku Tabrakan Beruntun yang Kabur dari Kejaran Massa di Manahan

Antonius Christian • Minggu, 24 Mei 2026 | 16:19 WIB
Pelaku tabrak lari diamankan polisi di kawasan Manahan, Sabtu dini hari (23/5).
Pelaku tabrak lari diamankan polisi di kawasan Manahan, Sabtu dini hari (23/5).

RADARSOLO.COM – Satlantas Polresta Solo masih mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil Ford Everest putih bernopol L 1629 DAG di kawasan Jalan Slamet Riyadi hingga Pasar Depok Manahan, Sabtu (23/5) dini hari.

Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga bermula saat pengemudi kehilangan kendali dan menabrak dua sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah simpang empat Gendengan.

Mobil tersebut diketahui dikemudikan PAP, 32, warga Karanganyar, dengan seorang penumpang berinisial IOK, 56, warga Sukoharjo. Keduanya sempat diamankan polisi setelah kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran amukan massa usai aksi tabrak lari.

Baca Juga: Lakukan Aksi Begal Pantat Sebanyak 4 Kali, Pemuda Asal Eromoko Wonogiri Terancam Hukuman Bertahun-tahun

Kasi Humas Polresta Surakarta, Lingga Ramadhani, menjelaskan insiden bermula sekitar pukul 01.30 WIB saat mobil Ford Everest melaju dari arah barat menuju timur di Jalan Slamet Riyadi.

Sesampainya di traffic light Gendengan, Kecamatan Laweyan, kendaraan diduga tidak terkendali hingga menghantam dua sepeda motor dari belakang.

“Kendaraan Ford Everest melaju dari barat ke timur. Saat di lampu merah Gendengan menabrak dua motor yang berhenti saat traffic light menyala dari arah belakang,” terang Lingga kepada wartawan, Minggu (24/5).

Baca Juga: Gus Hilman Anak Siapa? Anggota DPR RI Fraksi PKB Selamat dari Kecelakaan Maut Tol Paspro, Masuk Senayan di Usia 24 Tahun

Dua kendaraan yang tertabrak yakni Yamaha Mio GT dan Honda Beat. Yamaha Mio GT ditumpangi dua orang, sementara Honda Beat dikendarai satu pengendara.

Beruntung, seluruh korban hanya mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan.

Baca Juga: Berapa Usia Gus Hilman? Profil dan Kondisi Terkini Anggota DPR RI Alami Kecelakaan di Tol Paspro Tewaskan 2 Staf

Namun usai tabrakan, pengemudi Ford Everest tidak berhenti memberikan pertolongan. Sopir justru melarikan diri ke arah Stadion Manahan hingga memicu pengejaran oleh warga dan pengguna jalan lain.

Pengejaran berakhir di kawasan Pasar Burung Depok Manahan setelah mobil menghantam tiang listrik dan pohon di tepi jalan.

“Kemudian lari meninggalkan TKP, lalu dikejar oleh pengguna jalan hingga di Pasar Depok. Berhentinya karena menabrak tiang listrik dan pohon,” jelas Lingga.

Setelah kendaraan berhenti, massa yang geram langsung mengerumuni mobil. Situasi sempat memanas lantaran warga emosi atas dugaan aksi tabrak lari tersebut.

Beruntung, kedua pria di dalam kendaraan berhasil diamankan petugas keamanan Pasar Depok sebelum personel Polsek Banjarsari dan Polresta Surakarta tiba untuk melakukan pengamanan.

Polisi kemudian membawa sopir dan penumpang ke RS Bhayangkara Surakarta guna menjalani pemeriksaan medis.

Penumpang berinisial IOK hingga kini masih menjalani perawatan, sedangkan sopir hanya mengalami luka ringan dan telah diamankan di Unit Gakkum Satlantas Polresta Surakarta.

“Sopir hingga saat ini dalam proses penanganan di Unit Gakkum Polresta Solo untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Lingga.

Polisi juga masih mendalami dugaan pengemudi berada di bawah pengaruh minuman keras saat mengemudi. Dugaan tersebut muncul berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Itu masih indikasi. Berdasarkan laporan saksi terindikasi bahwa yang bersangkutan terpengaruh minuman beralkohol. Ini masih didalami, apakah betul atau ada pengaruh lain sehingga terjadi kecelakaan tersebut,” imbuhnya.

Saat ini, mobil Ford Everest beserta sejumlah barang bukti lain telah diamankan di Satlantas Polresta Surakarta. Penyidik Unit Gakkum masih memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kronologi lengkap kecelakaan, termasuk kemungkinan unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum lainnya. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#pengaruh minuman keras #amukan massa #massa #kecelakaan beruntun