Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Konsisten Lestarikan Bahasa Jawa, Pemkot Solo Sabet Penghargaan Bergengsi dari Kemendikdasmen

Silvester Kurniawan • Senin, 25 Mei 2026 | 16:09 WIB
Pemkot Solo menerima penghargaan dari Kemendikdasmen diterima Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. (Humas Pemkot Solo)
Pemkot Solo menerima penghargaan dari Kemendikdasmen diterima Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam menjaga kelestarian kebudayaan lokal berbuah manis. Pemkot Solo sukses meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) yang diselenggarakan di Jakarta Pusat, Senin (25/5).

Torehan prestasi nasional ini diberikan lantaran Kota Solo dinilai sebagai salah satu daerah yang paling konsisten dan progresif dalam melakukan pelestarian Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu di Kota Bengawan.

Baca Juga: Belanja Pegawai Ambyar Tembus 36 Persen, Pemkot Solo Stop Rekrutmen Baru dan Hitung Ulang ABK

Dalam perhelatan yang dihadiri oleh ratusan perwakilan pemerintah daerah se-Indonesia tersebut, Kemendikdasmen menegaskan bahwa bahasa daerah memegang peran vital sebagai pilar identitas bangsa. Bahasa ibu bukan sekadar instrumen komunikasi transaksional semata, melainkan sebuah ruang hidup kebudayaan yang menyimpan rekam nilai, sejarah, hingga fondasi karakter masyarakat di dalamnya.

Sejalan dengan visi tersebut, FTBIN tahun ini mengusung draf tema “Semangat Pelestarian Bahasa Daerah di Tengah Derasnya Perkembangan Teknologi dan Perubahan Sosial”. Isu utama ini diangkat sebagai stimulus agar seluruh pemerintah daerah lebih aktif menghidupkan ekosistem bahasa ibu dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Persis Solo Terdegradasi, Pasoepati Sindir Owner: Bom Waktu Tidak Pernah Berisik

“Kota Solo dinilai berhasil dan secara nyata aktif mendorong penggunaan Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu di berbagai sektor, baik di lingkungan pendidikan formal maupun di ranah kebudayaan makro. Ini menjadi bagian krusial dalam penguatan draf karakter peserta didik di seluruh sekolah di Solo,” ungkap Wakil Wali Kota Solo Astrid Wiyani yang hadir menerima langsung trofi penghargaan tersebut.

Astrid berpandangan bahwa bahasa daerah merupakan jangkar utama dalam upaya merawat identitas lokal serta jati diri masyarakat Kota Bengawan. Oleh sebab itu, draf program pelestarian Bahasa Jawa di Kota Solo diklaim tidak hanya berhenti pada tataran seremonial atau perlombaan tahunan saja, melainkan wajib diintegrasikan ke dalam sendi kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Viral Isu Teror Pocong Bawa Senjata Tajam di Ngemplak Boyolali, Polisi Pastikan Itu Hoax

Langkah konkret yang telah dijalankan oleh Pemkot Solo guna menjaga denyut nadi bahasa daerah ini antara lain penerapan hari khusus penggunaan Bahasa Jawa dalam komunikasi dinas di lingkungan perkantoran pemerintah daerah.  Optimalisasi muatan lokal Bahasa Jawa yang interaktif di jenjang SD hingga SMP guna mempertebal karakter siswa. Keaktifan dalam menyelenggarakan berbagai festival seni tradisi berskala besar yang melibatkan partisipasi aktif generasi muda.

“Modernisasi dan penguasaan teknologi itu sangat penting, tetapi akar budaya lokal wajib selalu terjaga di tempat tertinggi. Artinya, Bahasa Daerah adalah warisan berharga yang harus terus hidup menembus dari satu generasi ke generasi berikutnya agar kita tidak kehilangan identitas asli wilayah,” urai Astrid. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#seni tradisi #kebudayaan #pendidikan #lokal #bahasa jawa