Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Setelah Kubu PB XIV Purbaya Gelar Grebeg Besar, Kini Giliran Kubu LDA Arak Gunungan Kembar di H+1 Idul Adha

Silvester Kurniawan • Kamis, 28 Mei 2026 | 17:08 WIB
Grebeg Besar Idul Adha digelar kubu LDA Keraton Surakarta, Kamis (28/5). (M Ihsan/Radar Solo)
Grebeg Besar Idul Adha digelar kubu LDA Keraton Surakarta, Kamis (28/5). (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Perseteruan internal di dalam benteng Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ternyata tidak selamanya berujung nestapa bagi masyarakat. Dua hari berturut-turut, warga Solo Raya justru dimanjakan dengan limpahan berkah ganda lewat sepasang ritual adat kembar Grebeg Besar Idul Adha 2026 yang dihelat oleh dua kubu berbeda.

Jika pada hari H Idul Adha prosesi dipimpin oleh pihak SISKS PB XIV Purboyo, maka pada H+1, Kamis (28/5) siang, giliran kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) bersama Sinuhun PB XIV Hangabehi dan Panembahan Agung Tedjowulan yang menggelar ritual tandingan.

Baca Juga: Jumat 29 Mei 2026 Besok Apakah Masih Libur Cuti Bersama Usai Libur Panjang Idul Adha? Cek Aturan SKB 3 Menteri dan Siasati Harpitnas

Prosesi adat dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Sepasang Gunungan Jaler dan Estri yang padat dengan hasil bumi serta penganan ketan diarak khidmat oleh barisan abdi dalem dari Kori Kamandungan menuju Masjid Agung Solo.

Ada sedikit perbedaan skenario dari hari sebelumnya. Jika pada versi pertama salah satu gunungan dibawa kembali ke keraton, pada versi LDA ini, kedua gunungan langsung ludes diperebutkan di halaman Masjid Agung.

Baca Juga: Citra Solo Dipertaruhkan, Wali Kota Respati Minta Warga Terus Senggol Akun Resminya Jika Ketemu Jukir Nuthuk

Bagi rakyat jelata, konflik elite keraton ini tidak lebih penting daripada sejumput berkah dari isi gunungan yang mereka incar.

"Kemarin saya sudah ikut rebutan gunungan di Grebeg Besar yang pertama, hari ini ikut lagi di yang kedua. Jadi dapat berkah dobel," selor Suroso, warga Kedung Lumbu yang sehari-hari mengais rezeki sebagai pedagang keliling di Alun-alun Utara Solo.

Hal senada diungkapkan Nyoto Susilo, pedagang lainnya. Baginya, dualisme ritual ini justru memperbesar peluang rakyat kecil untuk mencicipi berkah tradisi leluhur. "Kalau digelar dua kali, ya warga yang kebagian berkah malah jadi lebih banyak," timpalnya.

Baca Juga: Jukir Liar GOR Sritex Solo Tertangkap Lagi , Lolos dari Jerat Pidana Hanya Diminta Wajib Lapor

Di balik riuhnya warga yang memburu berkah, pelaksanaan Grebeg Besar versi kedua ini sebenarnya diselimuti tensi politik keraton yang cukup tinggi. Sebelumnya, pihak Sinuhun PB XIV Purboyo secara resmi telah mengeluarkan instruksi tegas yang melarang seluruh abdi dalem membuat gunungan untuk pihak lain.

"Saya tidak perlu mengomentari hal itu, biar masyarakat sendiri yang menilai. Berdasarkan dawuh raja sejak era PB XIII, prosesi keraton memang diletakkan pada H+2 (H+1 Idul Adha) agar pada hari H para abdi dalem memiliki waktu untuk menyembelih kurban di lingkungan masing-masing," sanggah Gusti Moeng tegas.

Namun, di lapangan, instruksi tersebut tampaknya mental. Para abdi dalem tetap merakit gunungan hingga tuntas demi menyukseskan acara kubu LDA.

Ketua LDA Keraton Surakarta, GKR Wandansari Koes Murtiyah atau yang akrab disapa Gusti Moeng, enggan ambil pusing terkait pembangkangan terhadap titah sang raja versi sebelah. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan kubunya justru setia pada tradisi masa lalu.

Gusti Moeng menambahkan, rangkaian Grebeg Besar kali ini juga dimaknai sebagai ritual penyucian harta keraton melalui zakat dan kurban.

Guna memberikan pembeda, usai tradisi rebutan gunungan yang sengit, kubu LDA menggelar aksi sosial berupa cek kesehatan gratis di Pagelaran Alun-alun Utara. Sang penerus takhta versi LDA, SISKS PB XIV Hangabehi (Pangeran Mangkubumi), bahkan terlihat turun langsung memantau jalannya tes kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Puskesmas Serengan dan Pasar Kliwon tersebut.

Editor : Kabun Triyatno
#Grebeg Besar #idul adha #Masjid Agung Solo #keraton kasunanan surakarta