RADARSOLO.COM – Di tengah gempuran tantangan global dan dinamika modernisasi perkotaan, keharmonisan dalam perbedaan kembali digaungkan sebagai fondasi utama Kota Solo. Pemkot Solo menegaskan bahwa komitmen merawat kebinekaan adalah urat nadi yang menjaga kondusivitas serta keberlangsungan pembangunan di Kota Bengawan.
Pesan persatuan ini menggaung kuat dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar khidmat di halaman Balai Kota Solo, Senin (1/6/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara, Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf. Arief Handoko Usman, membakar semangat seluruh elemen masyarakat yang hadir.
Baca Juga: Unik! Sampah Rumah Tangga Di Pucangsawit Solo Disulap Jadi Tabungan Hari Raya
Dalam amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI yang dibacakannya, Letkol Inf. Arief menggarisbawahi tema besar tahun ini: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut dinilai sangat relevan sebagai kompas bangsa dalam menghadapi gejolak global sekaligus menegaskan kontribusi aktif Indonesia di panggung dunia.
Ditemui usai upacara, Wali Kota Solo Respati Ardi melayangkan refleksi mendalam. Menurutnya, warisan luhur para pendiri bangsa ini jangan sampai menyusut maknanya menjadi sekadar ritual upacara atau hiasan bibir belaka.
Respati menuntut jajaran birokrasi dan seluruh warga Solo untuk menginternalisasi ideologi murni tersebut ke dalam tindakan konkret sehari-hari.
“Nilai-nilai luhur Pancasila harus benar-benar hadir dan membumi dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak boleh terjebak sebatas slogan atau seremoni tahunan yang dilewati begitu saja. Bagi kami di pemerintahan daerah, ini adalah tanggung jawab mutlak untuk memastikan setiap regulasi dan kebijakan publik yang diambil wajib berpihak pada nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial,” tegas Respati Ardi, Senin (1/6).
Bagi Respati, Pancasila adalah cermin besar yang memantulkan kekayaan hakiki Indonesia yang terdiri dari rupa-rupa suku, ras, agama, dan golongan. Di Solo sendiri, friksi sosial sekecil apa pun harus diredam menggunakan formula toleransi dan semangat gotong royong yang telah mengakar sejak lama.
Baca Juga: Tiket Go Show Masih Diburu, KAI Daop Luncurkan 7 Kereta Tambahan Antisipasi Penumpukan Penumpang
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini, Pemkot Surakarta berharap energi positif dari persatuan ini tidak mengendur. Kerukunan yang terjaga di akar rumput diyakini menjadi modal investasi terbesar bagi Solo untuk terus tumbuh menjadi kota budaya yang maju, aman, dan nyaman bagi siapa saja.
“Keberagaman yang dimiliki bangsa ini, khususnya di Kota Solo bukanlah pemicu keretakan, melainkan kekuatan raksasa jika kita merawatnya bersama tanpa kecuali. Persatuan inilah fondasi paling kokoh untuk menjaga stabilitas kota,” pungkas Wali Kota. (ves)
Editor : Kabun Triyatno