Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Keluhkan Nyeri Ulu Hati Saat Beli Obat, Warga Nusukan Solo Mendadak Tumbang dan Meninggal di Selokan

Antonius Christian • Selasa, 2 Juni 2026 | 12:41 WIB
Jenazah pria ditemukan meninggal di selokan di Nusukan, Banjarsari, Solo, Selasa kemarin (2/6).
Jenazah pria ditemukan meninggal di selokan di Nusukan, Banjarsari, Solo, Selasa kemarin (2/6).

RADARSOLO.COM – Sebuah insiden tragis yang merenggut nyawa mengejutkan warga Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin (1/6) sore. Seorang pria paruh baya mendadak tumbang dan terperosok ke dalam selokan tak lama setelah dirinya mengeluhkan sakit perut akut hingga ke ulu hati.

Korban diketahui bernama Irawan (57), warga setempat. Peristiwa memilukan ini sempat memantik perhatian dan kerumunan warga lantaran korban tiba-tiba terjatuh tepat di area jembatan penyeberangan sementara di depan sebuah apotek kawasan Nusukan.

Kapolsek Banjarsari, Kompol Harno, mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo membeberkan bahwa petaka tersebut bermula sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan rekaman kronologi, sore itu korban datang seorang diri ke Apotek Anda Sehat dengan tujuan membeli obat demi meredakan sakitnya.

Baca Juga: Ramai Dikritik Warganet, BRIN Minta Maaf soal Lambang Garuda Pancasila Tidak Sesuai di Konten Hari Lahir Pancasila

“Korban datang dan mengeluhkan rasa nyeri yang hebat di bagian perut menjalar sampai ke ulu hati. Informasi awal dari saksi di lokasi, korban awalnya hendak membeli obat herbal masuk angin (Tolak Angin),” urai Kompol Harno saat dikonfirmasi.

Sebelum menyerahkan obat, pegawai apotek yang berjaga sempat melakukan prosedur standar dengan menanyakan apakah korban memiliki riwayat penyakit pencernaan akut, seperti maag atau asam lambung (GERD). Namun, saat itu korban mengaku tidak mempunyai riwayat medis tersebut.

Melihat kondisi korban yang menahan sakit, pegawai apotek akhirnya memberikan obat pereda nyeri jenis Spasminal. Usai menyelesaikan transaksi pembayaran, Irawan kemudian berjalan melangkah keluar dari apotek untuk pulang.

Baca Juga: Saldo KKS Bansos PKH dan BPNT 2026 Bisa Dicek Tanpa ke ATM, Ini Caranya Lewat SMS Banking dan Mobile Banking di HP Jadul

Nahas, baru beberapa meter berjalan kaki melintasi jembatan penyeberangan sementara yang berada persis di depan apotek, tubuh Irawan mendadak limbung dan terhuyung. Kehilangan keseimbangan, tubuhnya langsung jatuh terjungkal ke sisi kiri dan masuk ke dalam selokan.

Melihat konsumennya jatuh tak sadarkan diri, pegawai apotek spontan berteriak histeris meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar dan pengguna jalan langsung berhamburan ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Namun sayang, nyawa korban sudah tidak tertolong.

Baca Juga: Ini Daftar ASN yang Tak Dapat Gaji Ke-13 2026 pada 2 Juni Besok, Siapa Saja dan Apa Alasannya?

Mendapat laporan darurat dari masyarakat, petugas piket Reskrim, Unit Inafis, SPKT Polresta Surakarta, bersama personel Polsek Banjarsari langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian. Polisi langsung memasang garis aman, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta menggelar pemeriksaan fisik luar pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan medis bersama Tim Inafis di lapangan, petugas memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban. Kematian diduga kuat murni karena serangan medis mendadak,” imbuh Harno.

Setelah seluruh rangkaian proses identifikasi dan administrasi hukum di lokasi selesai, jenazah korban beserta sepeda motor miliknya langsung diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Saat ini, jenazah Irawan telah disemayamkan oleh pihak keluarga di Rumah Duka Tiongting, Jebres, Kota Solo, untuk proses penghormatan terakhir. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#selokan #riwayat penyakit #obat herbal #apotek #insiden