Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Susul Mapel Batik, DPRD Beri Lampu Hijau Usulan Sejarah Kota Solo Jadi Pelajaran Formal Sekolah

Silvester Kurniawan • Kamis, 4 Juni 2026 | 18:14 WIB
Sejarah Kota Solo bakal masuk kurikulum di jenjang SD dan SMP Kota Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Sejarah Kota Solo bakal masuk kurikulum di jenjang SD dan SMP Kota Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Arus digitalisasi yang deras memantik kekhawatiran para praktisi pendidikan di Solo akan potensi hilangnya jati diri historis generasi muda. Menyikapi hal tersebut, sejumlah kepala sekolah negeri maupun swasta secara kompak mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta untuk memasukkan materi Sejarah Kota Solo ke dalam kurikulum reguler mata pelajaran muatan lokal (mapel mulok).

Gagasan revolusioner ini langsung mendapat respons positif dari Komisi IV DPRD Kota Surakarta. Parlemen menilai langkah tersebut sangat strategis untuk mengunci ingatan kolektif pelajar agar tetap mencintai riwayat tanah kelahirannya, baik dari segi literasi pendidikan maupun pelestarian kebudayaan.

Namun, legislatif memberikan catatan tebal agar ide ini tidak dieksekusi secara terburu-buru tanpa cetak biru yang jelas.

Baca Juga: Tebing Tambang di Jatinom Klaten Longsor, Operator Ekskavator Asal Rembang Meninggal Dunia

"Secara prinsip ide dasar, kami di parlemen mendukung penuh gagasan tersebut. Tetapi, mutlak harus ada kajian akademis yang matang terlebih dahulu. Kita harus membedah arah edukasinya mau dibawa ke mana, materi detailnya apa saja, dan bagaimana riwayat akurasi kesejarahannya sebelum diputuskan siap masuk lembar mulok," urai Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto, Kamis (4/6/2026).

Sugeng memaparkan, tahapan kajian formal ini sangat krusial guna memastikan standar kompetensi pembelajaran dapat diintegrasikan secara presisi ke dalam sistem pendidikan reguler formal, bukan sekadar menjadi materi pelengkap yang dilewati siswa.

Baca Juga: Keraton Kasunanan Surakarta Kembali Memanas karena Baliho, Kubu PB XIV Purboyo Ambil Jalur Hukum, GKRP Timoer: Itu Hoaks

Pola pengkajian serupa sebelumnya sukses diterapkan Pemkot Solo pada materi kerajinan dan filosofi Batik. Setelah melalui fase riset dan penyusunan draf materi yang panjang, Mapel Batik dipastikan siap diterapkan sebagai Mulok wajib di Solo dalam waktu dekat.

"Polanya sama persis seperti saat kita membahas Batik. Jadi, gagasan melahirkan Mulok Batik maupun Sejarah Kota Solo ini memiliki satu muara yang sama, yaitu menginstitusikan pengenalan sejarah dan budaya adiluhung lokal lewat jalur hukum pendidikan formal," jelas Sugeng.

Baca Juga: Solo Raya Siaga Suro! Polisi Kumpulkan Bos Perguruan Silat, Haramkan Konvoi Jelang Pengesahan Anggota Baru

Dorongan untuk mematenkan Sejarah Solo ke dalam rapor siswa ini sejatinya tidak muncul dari ruang hampa. Aspirasi ini mengkristal di lapangan saat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta menggulirkan program Gemas (Gerakan Cinta Sejarah Masuk Sekolah).

Program Gemas sendiri dijadwalkan maraton bergulir sejak April hingga Oktober 2026 mendatang dengan menyasar puluhan lembaga pendidikan di Kota Bengawan.

 

Kepala Disbudpar Kota Solo Mareta Dinar Cahyono mengatakan siap mengawal aspirasi para kepala sekolah tersebut dengan membangun jembatan komunikasi bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo.

"Target awal program Gemas ini menyasar 20 SMP Negeri dan Swasta di Solo. Di lapangan, banyak kepala sekolah meminta agar edukasi sejarah ini tidak bersifat momentum atau sekali datang lalu selesai, melainkan berkala lewat mulok. Kami sudah mengomunikasikan hal ini dengan Dinas Pendidikan. Ini langkah awal yang bagus, dan kami akan segera menyusun tim kajian materi untuk menyusun draf kurikulumnya," pungkas Mareta. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#generasi muda #legislatif #muatan lokal #sejarah #batik