RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota Solo kembali menggembleng pelaku usaha agar mampu naik kelas dan memperkuat daya saing bisnis. Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih mengikuti program Inkubasi UMKM Eskalasi Bisnis Batch 3 yang resmi dimulai di UMKM Center Solo, Kamis (4/6).
Program yang digagas Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian (Diskop UKM Perin) Kota Solo itu ditujukan bagi UMKM yang telah memiliki usaha stabil dan siap berkembang ke level yang lebih tinggi.
Kepala Diskop UKM Perin Solo Agung Riyadi mengatakan peserta akan menjalani pendampingan intensif selama dua bulan dengan materi yang berfokus pada penguatan fondasi bisnis.
Baca Juga: Tebing Tambang di Jatinom Klaten Longsor, Operator Ekskavator Asal Rembang Meninggal Dunia
"Program ini bukan untuk UMKM pemula. Peserta yang ikut harus sudah memiliki omzet minimal Rp10 juta per bulan dan memiliki tenaga kerja," ujarnya.
Menurut Agung, proses seleksi hingga kelulusan dalam program tersebut dilakukan secara ketat. Pada Batch 1 tahun 2025, dari 50 peserta hanya 35 UMKM yang dinyatakan lulus. Sementara pada Batch 2, jumlah peserta yang lulus turun menjadi 25 UMKM dari total 50 peserta.
"Kelulusan tidak otomatis. Ada evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan usaha peserta selama mengikuti program," katanya.
Selama masa inkubasi, peserta akan mendapatkan pendampingan dari akademisi dan praktisi bisnis. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan, pemasaran digital, strategi pengembangan usaha, manajemen sumber daya manusia, legalitas usaha, hingga manajemen produksi.
Selain pembekalan materi, peserta juga memperoleh akses pengembangan jejaring bisnis, peluang mengikuti pameran, serta prioritas dalam sejumlah program penguatan UMKM yang dijalankan Pemkot Solo.
Agung mengklaim program tersebut telah memberikan dampak positif bagi sejumlah alumni. Berdasarkan hasil evaluasi, beberapa peserta mampu meningkatkan omzet usaha secara signifikan setelah mengikuti program pendampingan.
"Beberapa alumni melaporkan peningkatan omzet yang cukup tinggi setelah menerapkan strategi bisnis yang diperoleh selama pelatihan," ungkapnya.
Manfaat program itu turut dirasakan Reno Suryani, pelaku usaha ecoprint asal Joyontakan yang merupakan alumni Batch 2. Menurut dia, pelatihan tidak hanya membantu memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan nilai jual produk.
"Setelah mengikuti program ini, kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga mendapat peluang menjadi narasumber dan pengajar workshop di berbagai sekolah maupun lembaga," ujarnya.
Hal senada disampaikan Indriyanti, perajin batik asal Mojosongo. Ia mengaku jaringan pemasaran dan peluang kerja sama bisnis semakin terbuka setelah mengikuti program Eskalasi Bisnis.
Melalui program tersebut, Pemkot Surakarta berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu memperkuat kapasitas usaha dan bersaing di pasar yang lebih luas. (ves)
Editor : Kabun Triyatno