Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jayengan Dibidik Jadi Kampung Jamu, Perkuat Solo sebagai Destinasi Wellness Tourism

Silvester Kurniawan • Selasa, 9 Juni 2026 | 15:43 WIB
Wawali Solo Astrid Widayani hadiri Kick Off Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) oleh BPOM di Semarang, Selasa (9/6).
Wawali Solo Astrid Widayani hadiri Kick Off Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) oleh BPOM di Semarang, Selasa (9/6).

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo mulai menyiapkan Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, sebagai Kampung Jamu yang diharapkan menjadi destinasi wisata baru di Kota Bengawan. Gagasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Solo sebagai kota budaya dan pusat wellness tourism berbasis kearifan lokal.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani saat menghadiri Kick Off Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026).

Menurut Astrid, Solo memiliki modal budaya yang kuat untuk mengembangkan jamu tidak hanya sebagai produk kesehatan tradisional, tetapi juga sebagai identitas daerah dan penggerak ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Aksi Heroik Bocah SD di Klaten Berusaha Gagalkan Curanmor: Kejar dan Gelayutan di Motor Maling hingga Terbawa Sejauh 1 Km

“Surakarta memiliki modal budaya yang kuat untuk mengembangkan jamu sebagai bagian dari identitas kota sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya di hadapan Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Astrid menjelaskan, budaya minum jamu telah mengakar kuat di masyarakat Solo dan diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut berkembang tidak hanya melalui industri formal, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui keberadaan penjual jamu gendong, jamu keliling, hingga berbagai usaha berbasis herbal.

Baca Juga: Nasib 21 Ribu Motor Listrik MBG Senilai Rp1,39 Triliun Menumpuk di Gudang Usai Dadan Hindayana Tersangka

“Tradisi ini hidup di tengah masyarakat dan menjadi kekuatan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung kesehatan, ekonomi, maupun pariwisata,” katanya.

Berdasarkan data Balai POM Solo tahun 2025, Kota Solo memiliki empat Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), sembilan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), serta 63 fasilitas distribusi obat bahan alam. Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan wisata berbasis jamu.

Melalui Program IDAMAN, Pemkot Surakarta ingin memastikan seluruh rantai produksi dan distribusi jamu memenuhi standar keamanan dan mutu sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk obat tradisional.

Baca Juga: Link Video Cut Salwa di Hotel Masih Jadi Teka-Teki, Awas Iming-Iming Klik hingga Download File!

Astrid mengungkapkan, Kelurahan Jayengan akan menjadi salah satu lokasi pilot project Program IDAMAN di Kota Solo. Kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi sentra edukasi sekaligus destinasi wisata jamu.

“Kami berharap Jayengan dapat berkembang menjadi Kampung Jamu. Jika selama ini Solo dikenal dengan kampung batik, ke depan kami ingin menghadirkan destinasi yang memperkenalkan budaya jamu sekaligus memberikan edukasi tentang konsumsi jamu yang aman,” ujarnya.

Pengembangan Kampung Jamu juga sejalan dengan strategi besar Pemkot Surakarta dalam mengembangkan sektor wellness tourism. Selain jamu, potensi tersebut didukung keberadaan layanan kesehatan tradisional, spa, kuliner sehat, hingga berbagai praktik hidup sehat yang telah lama berkembang di masyarakat.

Astrid menambahkan, warisan budaya Keraton Surakarta menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan konsep tersebut. Berbagai tradisi perawatan tubuh dan racikan herbal keraton dinilai memiliki nilai historis sekaligus potensi ekonomi yang besar apabila dikembangkan secara berkelanjutan.

“Wisatawan tidak hanya menikmati produk jamu, tetapi juga mengenal sejarah, filosofi, dan nilai budaya yang menyertainya. Ini menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi berbagai inovasi pengembangan jamu di Kota Solo, termasuk munculnya kafe jamu modern yang dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk kembali mengenal dan mengonsumsi jamu.

“Inovasi semacam itu menjadi bukti bahwa jamu dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan akar budaya yang dimiliki,” katanya. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#identitas kota #jamu #wellness tourism #destinasi wisata #tradisi