RADARSOLO.COM – Presiden ke-7 RI Joko Widodo disebut akan kembali menyapa masyarakat melalui rangkaian kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia. Provinsi Lampung menjadi tujuan pertama dalam agenda safari yang dijadwalkan berlangsung pada 26–28 Juni 2026.
Rencana tersebut diungkap Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Relly Ragen usai bertemu Jokowi di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Menurut Ragen, persiapan pelaksanaan kegiatan di Lampung telah memasuki tahap akhir. Perizinan disebut sudah selesai dan lokasi kegiatan telah disiapkan oleh panitia.
“Persiapannya sekarang sudah matang. Perizinan sudah selesai, lokasi juga sudah siap. Sekitar 80 persen persiapan di Lampung sudah rampung,” ujarnya.
Agenda tersebut disebut lahir dari banyaknya permintaan masyarakat yang ingin kembali bertemu langsung dengan Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Kegiatan difasilitasi BRN bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ragen menegaskan, seluruh titik kunjungan ditentukan berdasarkan undangan dari masyarakat dan tokoh daerah, bukan atas permintaan pribadi Jokowi.
“Banyak masyarakat yang rindu dan ingin bertemu Pak Jokowi. Jadi bukan beliau yang menentukan lokasi, tetapi berdasarkan undangan yang kami terima dari masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Hilang saat Berburu Biawak, Pelajar asal Solo Ditemukan Linglung di Jaten Karanganyar
Selama tiga hari di Lampung, Jokowi dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah, mulai dari Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Timur hingga Pringsewu.
Beragam agenda telah disiapkan. Mantan orang nomor satu di Indonesia itu akan bertemu pelaku UMKM, kalangan petani, pondok pesantren, hingga komunitas anak muda.
“Kegiatannya ada kunjungan ke UMKM, pondok pesantren, petani, dan juga bertemu anak-anak muda,” kata Ragen.
Baca Juga: Perempuan dan Anak Di Sukoharjo Rentan Jadi Korban Kekerasan, Januari-Mei 2026 Ada Temuan 81 Kasus
Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung sederhana tanpa seremoni berlebihan. Konsep kunjungan disebut tetap mempertahankan gaya yang selama ini identik dengan Jokowi, yakni dekat dengan masyarakat dan minim formalitas.
“Tidak ada acara yang mewah atau berlebihan. Tetap seperti biasanya, kunjungan biasa saja. Semua dibuat sederhana,” tegasnya.
Meski safari tersebut memunculkan spekulasi terkait arah politik menuju Pemilu 2029, Ragen membantah agenda tersebut merupakan bagian dari manuver politik jangka panjang. Namun ia mengakui kegiatan itu berpotensi menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat basis dukungan PSI di berbagai daerah.
“Kalau soal 2029 itu urusan PSI dengan Pak Prabowo-Gibran. Tetapi memang PSI ingin memperkuat keterwakilan di DPR RI. Banyak mantan kepala daerah, mantan anggota DPR maupun DPD yang akan bergabung,” pungkasnya.
Kunjungan ke Lampung disebut hanya menjadi pembuka. Setelah itu, Jokowi direncanakan melanjutkan safari ke sejumlah daerah lain di Indonesia dalam rangka memenuhi undangan masyarakat yang ingin kembali bertemu secara langsung dengan mantan presiden tersebut. (atn)