RADARSOLO.COM – Efektivitas Program Rumah Siap Kerja yang menjadi salah satu program unggulan Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani mendapat sorotan DPRD Kota Solo. Meski menyerap anggaran lebih dari Rp1,3 miliar sepanjang 2025, jumlah peserta pelatihan dinilai masih belum optimal.
Catatan tersebut mengemuka dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2025. Dari total anggaran sekitar Rp1,4 miliar, realisasi belanja mencapai Rp1,3 miliar. Namun, peserta pelatihan yang berhasil dijangkau baru sebanyak 135 orang.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Solo Sekar Tandjung mengatakan program tersebut tetap diapresiasi karena menjadi upaya pemerintah menekan angka pengangguran. Meski demikian, pelaksanaannya perlu dievaluasi agar anggaran yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: SPMB Masih Banyak Keluhan, DPRD Solo Minta Disdik Benahi Sistem Penerimaan Siswa Baru
"Program Rumah Siap Kerja memang menjadi salah satu poin evaluasi dalam LKPJ. Pembahasannya akan kami mulai. Catatan kami, pelatihan yang diberikan harus memiliki daya serap yang tinggi sehingga benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang terserap di dunia usaha," ujarnya, Rabu (1/7).
Menurut Sekar, DPRD akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya dinas tenaga kerja, untuk mencari solusi atas berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan program.
Baca Juga: DPRD Soroti Proyek Rp26 Miliar Jalan Pierre Tendean, Progres Lambat dan Minim Transparansi
Salah satu persoalan yang ditemukan adalah peserta yang menghentikan pelatihan di tengah jalan karena alasan keluarga maupun persoalan ekonomi.
"Tantangannya justru banyak berasal dari peserta. Ada yang berhenti karena harus merawat orang tua atau menghadapi persoalan rumah tangga. Hal-hal seperti ini perlu dicari solusinya agar tingkat penyelesaian pelatihan bisa lebih baik," katanya.
Politikus Partai Golkar itu juga meminta dinas tenaga kerja lebih cermat menentukan sasaran penerima manfaat. Menurutnya, program sebaiknya diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya kelompok desil 1 hingga 4, sehingga pelatihan benar-benar menyasar warga yang membutuhkan pekerjaan.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Penggung Boyolali, 1 Pengemudi Meninggal
"Kalau sasarannya tepat, pelatihannya juga akan lebih efektif. Kami melihat Disnaker memiliki komitmen untuk mengurai persoalan ketenagakerjaan yang cukup kompleks di Solo," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi mengakui adanya sejumlah masukan dari DPRD terhadap pelaksanaan program pemerintah sepanjang 2025, termasuk Program Rumah Siap Kerja.
Ia memastikan program yang masuk dalam Asta Cita Solo tersebut akan terus diperkuat untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Salah satunya melalui tambahan dukungan anggaran sekitar Rp2 miliar dari pemerintah pusat.
"Secara umum tingkat pengangguran terus menurun. Kemarin juga Solo masuk nominasi daerah dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka terbaik di Jawa-Bali dari Kemendagri. Ke depan Program Rumah Siap Kerja akan kami maksimalkan, termasuk dengan tambahan anggaran sekitar Rp2 miliar," tegas Respati. (ves)