RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai memperkuat kemampuan bahasa asing aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik. Tak hanya bahasa Inggris, Pemkot juga membuka pelatihan bahasa Mandarin yang rencananya akan digelar secara rutin.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Solo Beni Supartono Putra mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi ASN. Sepanjang 2026, BKPSDM telah menggelar dua pelatihan, yakni bahasa Mandarin dan bahasa Inggris.
"Hubungan pemerintah sekarang semakin sering melibatkan pihak luar negeri. Karena itu selain bahasa Inggris, kami juga membuka kelas bahasa Mandarin. Harapannya pelatihan ini bisa berlangsung lebih intens," ujarnya.
Baca Juga: Babak Baru Investasi Bodong Air Minum Kemasan di Sragen, Kompolnas Surati Kapolda Jateng
Antusiasme ASN mengikuti pelatihan cukup tinggi. Pada kelas bahasa Mandarin, misalnya, kuota hanya tersedia untuk 30 peserta, sementara peminat mencapai lebih dari 60 orang. Kondisi serupa terjadi pada pelatihan bahasa Inggris yang hanya mampu menampung sekitar 70 peserta.
Menurut Beni, tingginya minat tersebut tidak lepas dari pentingnya pengembangan kompetensi sebagai salah satu indikator penilaian kinerja ASN.
Prioritas peserta diberikan kepada pegawai yang banyak berinteraksi dengan masyarakat maupun tamu dari luar negeri, seperti petugas layanan front office, sektor pariwisata, Dinas Perdagangan, Dinas Kearsipan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Solo.
Baca Juga: Alihkan Balap Liar dan Vandalisme, Pegiat Seni Sragen Gelar Kompetisi Mural
"Pengembangan kompetensi menjadi kewajiban setiap pegawai. Kami memprioritaskan ASN yang berada di lini pelayanan dan sering berhubungan dengan pihak luar," jelasnya.
Meski demikian, program tersebut belum memiliki alokasi anggaran khusus. Selama ini, Pemkot menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui program pengabdian kepada masyarakat untuk menyelenggarakan pelatihan bahasa asing.
Beni berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga pelatihan bisa dilaksanakan secara berkala, idealnya setiap tiga bulan sekali.
"Kami sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak UNS. Harapannya setiap tiga bulan ada satu angkatan pelatihan dengan durasi sekitar dua hari," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menilai kemampuan bahasa asing menjadi kebutuhan penting bagi ASN, terutama yang bertugas di garda depan pelayanan publik. Bahkan saat pelatihan bahasa Inggris pekan lalu, Astrid sempat menguji kemampuan peserta dengan mengajak mereka berdialog langsung menggunakan bahasa Inggris.
"Solo sudah menuju kota internasional. Karena itu kemampuan berbahasa asing menjadi bekal penting agar ASN dapat berkomunikasi dengan wisatawan maupun tamu dari luar negeri, sehingga kualitas pelayanan publik semakin baik," ujarnya. (ves)