RADARSOLO.COM – Kesuksesan Furni Fest 2026 membuktikan industri mebel Solo masih memiliki daya saing tinggi. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kini ingin membawa produk furnitur lokal naik kelas, tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga menembus pasar ekspor dan masuk dalam rantai pengadaan barang pemerintah.
Pameran yang digelar di IKM Sri Kayu Gilingan pada 4–6 Juli itu dinilai berhasil menjadi ruang promosi sekaligus transaksi bagi pelaku industri furnitur dan mebel di Kota Bengawan.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengatakan IKM Sri Kayu harus terus dikembangkan sebagai etalase permanen industri furnitur Solo. Menurutnya, kawasan tersebut bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat melihat perkembangan desain dan inovasi produk mebel lokal.
Baca Juga: Dua Kecelakaan dalam Empat Bulan, DPRD Desak Audit Total PLTSa Putri Cempo
"IKM Sri Kayu memiliki peran penting sebagai ruang promosi sekaligus etalase industri furnitur Solo. Banyak sentuhan seni yang menjadi ciri khas Kota Solo dan menjadi keunikan produk yang dihasilkan," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Astrid menilai kekuatan utama furnitur Solo terletak pada desain yang memiliki identitas budaya dan nilai artistik. Karakter tersebut menjadi pembeda dibanding produk dari daerah lain maupun produk impor.
"Desain yang unik inilah yang menjadi daya tarik. Tidak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar nasional hingga internasional," katanya.
Baca Juga: Pedagang Sayur Tolak Pasok MBG Karena Harga Tidak Cocok, Disdag Dorong Bentuk Konsorsium
Selain memperluas pasar ekspor, pemkot juga membuka peluang pasar yang lebih pasti melalui belanja pemerintah. Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) maupun Usaha Kecil Menengah (UKM) didorong memanfaatkan E-Katalog agar produk mereka dapat dibeli langsung oleh instansi pemerintah.
Wali Kota Solo Respati Ardi sebelumnya menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai program pendampingan melalui UMKM Center agar pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan masuk ke E-Katalog.
"Saya harap pelaku usaha bisa memanfaatkan program UMKM Center agar bisa onboarding ke E-Katalog. Silakan menggunakan marketplace milik pemerintah," ujarnya.
Melalui langkah tersebut, pemkot berharap industri furnitur Solo tidak hanya bergantung pada pasar ritel, tetapi juga memperoleh peluang bisnis yang lebih luas melalui belanja pemerintah sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu sentra furnitur unggulan di Indonesia. (ves)