Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Hari Keluarga Nasional: Momentum Kuatkan Peran Ayah Ikut dalam Pengasuhan Anak

Silvester Kurniawan • Selasa, 14 Juli 2026 | 16:53 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani gaungkan ayah hadir untuk anak. (Humas Pemkot Solo)
Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani gaungkan ayah hadir untuk anak. (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 sebagai momentum menguatkan budaya pengasuhan yang melibatkan ayah dan ibu secara seimbang. Melalui tema nasional "Ayah Wajib Hadir", Pemkot ingin menegaskan bahwa peran ayah tidak berhenti sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir dalam setiap fase tumbuh kembang anak.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Harganas ke-33 di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Selasa (14/7). Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menegaskan, pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama kedua orang tua. Kehadiran ayah, menurutnya, memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, rasa aman, hingga perkembangan emosional anak.

Baca Juga: Gebrakan Masjid Preneur Sragen, Target Satu Desa Satu Masjid Mandiri, Stimulus Naik Dua Kali Lipat!

"Peran ayah dan ibu saling melengkapi. Kehadiran ayah bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional agar anak tumbuh percaya diri, mandiri, dan memiliki karakter yang kuat," ujarnya.

Astrid menambahkan, keluarga merupakan fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu fokus Pemkot Solo dalam menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat, kami berharap gerakan Ayah Wajib Hadir menjadi budaya yang terus tumbuh sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," katanya.

Baca Juga: Diliputi Nuansa Prihatin, Muncul Desakan Hiburan HUT Sukoharjo Ditiadakan

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2025 menunjukkan sebanyak 25,8 persen ayah di Indonesia belum hadir secara optimal dalam proses pengasuhan anak. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan diangkatnya tema "Ayah Wajib Hadir" pada Harganas tahun ini.

Dokter Spesialis Anak dr Hari Wahyu Nugroho Sp A mengatakan, keterlibatan ayah sebaiknya dimulai sejak masa kehamilan. Dukungan kepada ibu selama mengandung, mendampingi proses persalinan, hingga aktif mengikuti tumbuh kembang anak terbukti memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik maupun psikologis anak.

"Dukungan ayah sejak awal akan memperkuat ikatan keluarga sekaligus membantu tumbuh kembang anak secara optimal," ujarnya.

Baca Juga: Pria yang Gagahi Anak Tiri di Jatisrono Wonogiri Terancam Hukuman Maksimal 12 Tahun Penjara

Untuk memperkuat budaya tersebut, Pemkot Surakarta melalui DP3AP2KB telah menggulirkan sejumlah program yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Di antaranya Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah (GAMAS), dan Gerakan Ayah Seneng Momong Anak Solo (GASMAS) yang disesuaikan dengan karakter masyarakat Kota Solo.

Dalam kesempatan terpisah, Wali Kota Solo Respati Ardi juga mengajak seluruh ayah di Kota Bengawan untuk berperan aktif mendampingi anak-anak mereka.

"Peran ayah sangat penting karena akan menguatkan karakter anak. Ayah adalah pilar utama yang bertanggung jawab menyiapkan karakter anak. Investasi masa depan bukan hanya soal materi atau warisan, tetapi juga teladan, nilai-nilai, dan adab. Tanggung jawab bersama ayah dan ibu menjadi fondasi menghadirkan keluarga yang harmonis serta anak yang sehat, cerdas, dan bahagia," tegas Respati. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
percaya diri ayah tumbuh kembang hari keluarga nasional fisik