RADARSOLO.COM – Kota Solo segera memiliki destinasi wisata edukasi baru. Pembangunan Museum Sains dan Teknologi Solo di kawasan Solo Technopark (STP) kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengebut penyelesaian proyek tersebut agar dapat segera diresmikan dan dibuka untuk masyarakat.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengatakan progres pembangunan museum telah mendekati tahap akhir. Sejumlah rapat koordinasi bersama Wali Kota Respati Ardi juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
"Masih proses. Semoga semuanya berjalan lancar. Sudah beberapa kali kami menggelar rapat bersama Mas Wali untuk membahas progres pembangunan Museum Sains dan Teknologi," ujarnya.
Baca Juga: Tak Banyak Artefak, Tapi Semangat Samanhudi Masih Menyala di Museum Kecil Laweyan
Meski pembangunan fisik hampir selesai, pemkot masih mematangkan berbagai aspek pendukung sebelum museum resmi beroperasi. Mulai dari penyusunan standar operasional, pengelolaan museum, hingga penguatan konten edukasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Astrid mengungkapkan Museum Sains tidak hanya akan menghadirkan wahana pembelajaran interaktif, tetapi juga dilengkapi perpustakaan sebagai bagian dari fasilitas edukasi.
"Sekarang fokusnya juga menghimpun berbagai kolaborasi agar kontennya semakin lengkap. Nantinya di sana juga akan ada perpustakaan sebagai bagian dari museum," katanya.
Baca Juga: FSRD UNS Teliti Potensi Visual Pawukon untuk Pengembangan Tata Pamer Museum Radya Pustaka
Menurut Astrid, kehadiran Museum Sains diharapkan memperkuat posisi Solo sebagai kota tujuan edu-tourism. Museum tersebut disiapkan untuk melayani pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin belajar sains melalui konsep yang lebih interaktif.
"Harapannya bisa menjadi destinasi wisata pendidikan yang semakin memperkuat daya tarik Kota Solo," ungkapnya.
Namun demikian, Pemkot belum memastikan kapan museum akan diresmikan. Begitu pula mengenai tarif masuk maupun mekanisme operasional setelah dibuka.
"Saya belum mendapat informasi mengenai itu. Nanti penjelasan teknis akan disampaikan oleh pihak yang menangani langsung," jelasnya.
Museum Sains dibangun di kawasan Solo Techno Park, yang selama ini berkembang sebagai pusat inovasi, pelatihan, pengembangan teknologi, pemberdayaan UMKM, hingga inkubasi bisnis. Kehadiran museum diharapkan melengkapi fungsi kawasan tersebut sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus ruang belajar interaktif bagi masyarakat.
Dengan konsep tersebut, Solo Techno Park tidak hanya menjadi pusat riset dan inovasi, tetapi juga memiliki daya tarik baru sebagai kawasan wisata edukasi yang mampu menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai kalangan. (atn)
Editor : Kabun Triyatno