RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi melayangkan peringatan keras kepada seluruh pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo. Dia menegaskan program nasional tersebut tidak boleh disusupi kepentingan pribadi maupun dikelola secara asal karena menyangkut keselamatan puluhan ribu penerima manfaat.
"Ini uang rakyat dan ini soal nyawa karena makanan masuk ke warga saya," tegas Respati saat memimpin Evaluasi Program MBG Semester I Tahun 2026, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Dua Pekerja Tewas, Wali Kota Ultimatum Operator PLTSa Putri Cempo
Dalam rapat evaluasi yang dihadiri Forkopimda, yayasan mitra, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Indonesia (SPPI), Respati meminta seluruh pihak menjadikan Zero Accident sebagai standar utama pelaksanaan MBG di Kota Solo.
"Zero Accident. Kita jaga terus komitmennya agar Solo tetap menjadi percontohan di Jawa Tengah," ujarnya.
Respati menegaskan, Pemkot tidak akan mentoleransi penyimpangan yang berpotensi merugikan masyarakat maupun mencoreng program nasional tersebut.
Karena itu, pemerintah akan terus memperketat persyaratan operasional dapur MBG, termasuk kewajiban memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan memenuhi seluruh standar keamanan pangan.
"Kami warning seluruh SPPG, mitra, yayasan, dan SPPI agar benar-benar mengedepankan asas kemanfaatan. Jangan ada yang bermain-main," katanya.
Baca Juga: Api Berkobar Bakar 1 Hektare Lahan di Perbukitan Widodaren Wonogiri, Sempat Padam tapi Menyala Lagi
Evaluasi semester pertama juga mengungkap masih adanya sejumlah catatan terhadap operasional dapur MBG.
Wakil Satgas MBG Kota Solo Purwanti mengatakan, hingga Juni lalu terdapat sembilan SPPG yang belum memenuhi standar instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Meski dalam rapat para pengelola mengaku telah menyelesaikan kekurangan tersebut, Satgas MBG memastikan akan melakukan verifikasi ulang di lapangan.
"Mereka menyampaikan IPAL sudah selesai. Tetapi kami tetap akan turun mengecek kembali apakah benar sudah sesuai standar," ujarnya.
Saat ini terdapat 74 SPPG yang melayani Program MBG di Kota Solo.
Selain IPAL, Satgas juga masih menemukan sejumlah aspek yang perlu dibenahi, mulai dari tata kelola keluar-masuk bahan baku, pengawasan suhu penyimpanan makanan, hingga sistem sirkulasi udara di area dapur.
Menurut Purwanti, seluruh temuan tersebut harus segera diperbaiki mengingat jumlah penerima manfaat MBG di Solo kini telah mencapai sekitar 170 ribu orang, meliputi siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Kami ingin seluruh SPPG menjalankan tata kelola sesuai petunjuk teknis dan SOP yang berlaku agar keamanan pangan tetap terjamin," ujarnya. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno