Tertangkap Basah Coret-coret Fasilitas Umum, 2 Remaja Digelandang Satpol PP Solo

Antonius Christian • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 09:15 WIB
Ilustrasi aksi coret-coret.
Ilustrasi aksi coret-coret.

RADARSOLO.COM-Patroli rutin yang digelar Satpol PP Kota Solo kembali membuahkan hasil.

Dua remaja yang kedapatan melakukan aksi vandalisme dengan mencoret-coret fasilitas umum (fasum) di kawasan Joglo, Kecamatan Banjarsari berhasil diamankan,Sabtu (18/7) malam.

Baca Juga: Fenomena SD Negeri Minim Murid Baru, Komisi IV DPRD Wonogiri: Sekolah Harus Punya Program Menarik

Mereka tertangkap basah saat Tim Patroli Satpol PP melintas di lokasi.

Tanpa perlawanan, dia remaja usia sekolah itu langsung dihentikan dan diberikan pembinaan di tempat.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, keduanya diwajibkan menghapus sendiri coretan yang telah dibuat.

Kepala Satpol PP Kota Solo Didik Anggono mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari patroli rutin yang setiap hari dilakukan untuk mengawasi ketertiban umum.

Sekaligus mencegah berbagai bentuk pelanggaran. Termasuk aksi vandalisme yang belakangan masih kerap ditemukan di sejumlah titik di Kota Solo.

"Mereka kami bina dan diminta menghapus sendiri coretan yang sudah dibuat," ujar. Didik kepada wartawan Minggu (19/7/2026). 

Menurut Didik, bangunan yang menjadi sasaran vandalisme berada di atas tanah negara atau merupakan fasilitas umum.

Baca Juga: Kenapa Kata Blunder Sering Dipakai Warganet? Ternyata Maknanya Makin Luas

Meski belum memastikan instansi yang memiliki aset tersebut, ia menegaskan seluruh fasilitas umum merupakan aset yang harus dijaga bersama sehingga tidak boleh dirusak.

"Yang dicoret itu berada di kawasan fasum di atas tanah negara. Bisa saja aset pemerintah kota, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat. Intinya itu fasilitas umum yang dipakai masyarakat sehingga harus dijaga," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku diperkirakan masih duduk di bangku SMP atau SMA.

Baca Juga: Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru: Dominasi Sempurna Kylian Mbappe Bikin Posisi Lionel Messi Terancam Gagal Dapat Sepatu Emas

Berdasarkan pengakuan kepada petugas, aksi vandalisme tersebut baru pertama kali mereka lakukan.

"Keduanya masih usia sekolah. Kurang lebih masih anak SMP atau SMA. Dari pengakuannya baru pertama kali melakukan," katanya.

Alih-alih langsung diproses secara hukum, Satpol PP memilih pendekatan pembinaan.

Didik menilai langkah edukatif masih layak diberikan mengingat usia pelaku yang masih muda.

Namun demikian, tindakan tersebut tetap diberikan efek jera dengan mewajibkan mereka membersihkan sendiri seluruh coretan yang dibuat.

Menurutnya, vandalisme bukanlah bentuk kreativitas ataupun seni.

Ia menilai aksi tersebut justru merusak wajah kota dan mengurangi estetika ruang publik yang selama ini terus dijaga Pemerintah Kota Solo.

Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Taman Pancasila Karanganyar Dulunya Pasar Tradisional

"Kalau memang mural tentu ada nilai seninya dan biasanya dilakukan di tempat yang memang diperbolehkan," kata Didik. 

"Tapi yang seperti ini bukan mural. Ini lebih kepada vandalisme. Jadi bukan jiwa seni yang muncul, tetapi justru jiwa merusak," imbuhnya.

Didik mengungkapkan, sepanjang tahun ini Satpol PP Solo telah mengamankan lebih dari lima pelaku vandalisme di berbagai lokasi.

Kasus-kasus tersebut sebagian besar berhasil diungkap melalui patroli rutin yang digelar pada siang maupun malam hari.

"Kalau yang kami amankan sudah lebih dari lima pelaku sepanjang tahun ini. Karena itu patroli akan terus kami tingkatkan," ujarnya.

Selain mengandalkan personel Satpol PP, pengawasan terhadap aksi vandalisme juga dilakukan dengan melibatkan Satlinmas yang berada di tingkat kelurahan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak para pelaku yang kerap beraksi di lokasi sepi atau pada malam hari.

Didik juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi menjaga fasilitas umum.

Baca Juga: Hasil Akhir Prancis vs Inggris Piala Dunia 2026: Drama Hujan 10 Gol, Sihir Bukayo Saka Hancurkan Asa Juara 3 Les Bleus

Menurutnya, keberhasilan mencegah vandalisme tidak hanya bergantung pada petugas.

Tetapi juga membutuhkan kepedulian warga untuk segera melaporkan apabila melihat aksi serupa.

"Kami mengimbau kepada para pelaku agar tidak melakukan vandalisme karena pengawasan akan terus kami lakukan bersama Satlinmas," ucapnya. 

"Kemudian kepada masyarakat, kalau melihat ada aksi seperti itu segera laporkan kepada Satpol PP, Satlinmas maupun pemerintah wilayah setempat agar bisa segera kami tindak lanjuti dan dilakukan pembinaan," pungkas Didik. (atn)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radar Solo
coret-coret satpol solo Vandalisme patroli mural