RADARSOLO.COM – Pengunduran diri Supriyanto dari jabatan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Solo masih menggantung. Hingga Selasa (21/7), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat belum memberikan keputusan atas surat pengunduran diri yang telah disampaikan melalui DPD Partai Demokrat Jawa Tengah.
Akibat belum adanya keputusan tersebut, kepemimpinan DPC Partai Demokrat Solo masih berjalan seperti biasa. DPP juga belum menunjuk pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC untuk mengisi kekosongan kepemimpinan.
"Sampai hari ini belum ada respons. Belum ada keterangan dari DPD karena suratnya saya sampaikan melalui DPD. Biasanya kalau sudah disikapi akan langsung ada Plt, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban," kata Supriyanto kepada Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Dramatis! Sapi Bunting 9 Bulan Terperosok Sumur Tua di Ngadirojo Wonogiri Berhasil Dievakuasi
Supriyanto mengaku belum mengetahui apakah DPP memang belum mengambil keputusan atau keputusan tersebut belum disampaikan kepadanya. Selama ini ia masih berkomunikasi dengan DPD Demokrat Jawa Tengah, namun belum menerima informasi terkait tindak lanjut surat pengunduran dirinya.
"Saya belum tahu apakah memang belum ada keputusan atau saya yang belum diberi tahu. Yang jelas sampai sekarang belum ada informasi mengenai Plt maupun sikap DPP," ujarnya.
Ia mengatakan, selama belum ada keputusan resmi dari DPP, roda organisasi DPC Demokrat Solo tetap berjalan sebagaimana mestinya. Mekanisme lanjutan atas pengunduran dirinya juga masih menunggu keputusan dari pengurus pusat.
Baca Juga: MGN Pastikan Kawal Sidang, Sebut Jokowi Siap Hadir sebagai Pelapor
Di tengah belum adanya kepastian, Supriyanto mulai menyinggung sosok yang dinilai layak memimpin Demokrat Solo pada periode berikutnya. Menurutnya, calon ketua harus memahami dinamika politik Kota Solo sekaligus memiliki kemampuan membangun organisasi.
"Ketua yang baru harus memahami iklim politik di Solo. Selain itu juga harus memiliki kemampuan finansial karena realitas politik saat ini membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak sedikit untuk menggerakkan organisasi," katanya.
Baca Juga: Taft Oleng Terjang Deretan Gerobak PKL Pasar Tawangsari, Pedagang Siomay Terluka
Supriyanto menjelaskan, pergantian kepemimpinan DPC tidak dapat dilakukan secara langsung karena harus melalui mekanisme organisasi. Musyawarah Cabang (Muscab) diperkirakan digelar pada Agustus atau September 2026 sebagai bagian dari proses pemilihan ketua baru.
Setelah Muscab, masih terdapat tahapan verifikasi dan penetapan oleh DPP. Karena itu, apabila seluruh proses berjalan sesuai jadwal, Ketua DPC Demokrat Solo yang definitif diperkirakan baru dilantik pada awal 2027.
"Prosesnya sekitar dua bulan karena calon ketua harus melalui sejumlah tahapan. Kalau semua berjalan lancar, kemungkinan ketua baru dilantik pada awal 2027," jelasnya.
Ia menambahkan, Muscab hanya menjadi forum untuk mengusulkan dan memilih nama calon ketua. Keputusan akhir tetap berada di tangan DPP Partai Demokrat.
"Biasanya kader di bawah mengusulkan nama, kemudian dipilih melalui Muscab. Tetapi keputusan akhirnya tetap menjadi kewenangan DPP, apakah menerima hasil Muscab atau menetapkan nama lain sesuai mekanisme partai," pungkasnya. (atn)
Editor : Kabun Triyatno