Wali Kota Desak Pemprov Buka SMA Khusus Olahraga di Solo

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:43 WIB
SMP Khusus Olahraga Solo diharapkan menjadi pencetak atlet usia muda. (M Ihsan/Radar Solo)
SMP Khusus Olahraga Solo diharapkan menjadi pencetak atlet usia muda. (M Ihsan/Radar Solo)
RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera membuka kelas khusus olahraga untuk jenjang SMA di Kota Solo. Usulan itu dinilai mendesak agar pembinaan atlet muda lulusan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) tidak berhenti setelah menamatkan pendidikan di tingkat SMP.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Menurutnya, keberadaan kelas olahraga di SMA menjadi mata rantai penting dalam sistem pembinaan atlet di Solo yang selama ini sudah berjalan melalui SMP SKO.

"Saya sudah menyampaikan ke Pak Gubernur untuk menambahkan sekolah olahraga di SMA 4 atau SMA lain di Solo. Beliau sedang mempertimbangkan," ujar Respati usai meninjau latihan tim sepak bola SMP SKO Solo, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Nekat Salip di Atas Jembatan, Truk Tabrak Motor di Jalur Solo–Semarang, Satu Tewas

Respati berharap usulan tersebut segera direalisasikan oleh Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng. Dengan adanya kelas khusus olahraga, para atlet muda dapat melanjutkan pendidikan tanpa kehilangan pola pembinaan dan kurikulum yang telah mereka jalani sejak SMP.

"Kita berharap agar usulan ini direalisasikan oleh Pak Gubernur, Dinas Pendidikan, dan Dinas Olahraga Jawa Tengah. Semoga ada penambahan kelas khusus olahraga di Solo," katanya.

Selama ini, lulusan SMP SKO di Solo harus melanjutkan pendidikan ke SMA reguler karena belum tersedia sekolah atau kelas olahraga di tingkat SMA. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat proses pembinaan atlet yang seharusnya berlangsung secara berkesinambungan.

Baca Juga: Gencarkan Patroli Karhutla, Forkopimca Nguter Blusukan Imbau Masyarakat Tidak Bakar Sampah Sembarangan

Untuk mengantisipasi hal itu, Respati telah meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solo melakukan pendampingan terhadap seluruh lulusan SKO, tidak hanya atlet sepak bola, tetapi juga cabang olahraga lainnya.

"Yang penting, dari KONI sudah saya tugaskan untuk memantau lulusan dari SKO ini agar pembinaannya jelas. Tidak hanya sepak bola, tetapi cabang olahraga lainnya juga akan diperhatikan," ujarnya.

Respati menilai SKO merupakan aset strategis dalam mencetak atlet berprestasi. Tidak banyak daerah yang memiliki sekolah khusus olahraga, sehingga keberadaan SKO menjadi bukti keseriusan Solo dalam membangun ekosistem olahraga prestasi sejak usia dini.

Karena itu, ia menilai pembinaan atlet harus diperkuat melalui desain besar olahraga daerah yang melibatkan pemerintah, KONI, asosiasi cabang olahraga, hingga pemenuhan kebutuhan gizi atlet.

Baca Juga: Mahasiswa UMS Bikin Lampu PJU Panel Surya, Tahan Menyala 14 Jam Dan Dilengkapi Sensor Kabut

"SKO ini adalah sekolah yang luar biasa dan masih jarang. Saya juga mendengar beberapa daerah belum memiliki Sekolah Khusus Olahraga. Solo sudah memiliki, artinya Kota Solo serius membentuk Sekolah Khusus Olahraga. Asosiasi, pelindung, dan Dispora wajib terlibat dalam desain besar olahraga daerah, termasuk pemenuhan gizi atlet," tegasnya.

Usulan pembukaan SMA Khusus Olahraga itu juga mendapat dukungan dari masyarakat, terutama orang tua siswa SKO. Mereka berharap jalur pendidikan atlet yang telah dibangun sejak SMP tidak terputus saat memasuki jenjang SMA.

"SKO ini berbeda dengan sekolah umum. Kami berharap setelah lulus SMP anak-anak bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan sistem yang sama. Kalau ada SMA SKO di Solo, tentu masyarakat sangat mendukung," ujar salah seorang wali murid SMP SKO Solo. (ves)

 
 
 
Editor : Kabun Triyatno
atlet pendidikan sistem Pembinaan Sekolah Khusus Olahraga