Wapres Gibran Absen di Peresmian Museum Sains Solo, Kunjungan Masih Terbatas

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:50 WIB
Museum Sains dan Teknologi Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Museum Sains dan Teknologi Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dipastikan batal menghadiri soft opening Museum Sains dan Teknologi Solo, Sabtu (25/7/2026). Padahal, museum berinvestasi ratusan miliar rupiah itu merupakan salah satu proyek prioritas yang mulai dibangun saat Gibran masih menjabat Wali Kota Solo.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budi Murtono, Jumat (24/7). Menurutnya, Gibran berhalangan hadir karena harus mengikuti agenda kenegaraan lain.

"Pak Wapres tidak bisa hadir karena ada agenda lain. Saya dikabari dari Prokompim kemarin. Katanya ada acara lain di Jakarta atau di mana," ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Desak Pemprov Buka SMA Khusus Olahraga di Solo

Sebelumnya, Pemerintah Kota Solo berharap Gibran dapat meresmikan pembukaan awal museum tersebut. Selain menjadi salah satu dari 17 proyek prioritas semasa kepemimpinannya sebagai Wali Kota Solo, Gibran juga menghadiri peletakan batu pertama pembangunan museum pada 2023.

"Ya, dulu kan termasuk dalam 17 titik prioritas. Makanya kami berharap beliau bisa hadir untuk acara soft opening ini, tapi ternyata ada agenda lain," kata Budi.

Sebagai pengganti, Pemkot Solo masih menunggu kepastian kehadiran perwakilan pemerintah pusat. Berdasarkan informasi yang diterima, Menteri Kebudayaan atau Menteri Pariwisata berpeluang mewakili Wapres dalam acara tersebut.

Baca Juga: Nekat Salip di Atas Jembatan, Truk Tabrak Motor di Jalur Solo–Semarang, Satu Tewas

"Kalau kemarin infonya yang diminta mewakili Pak Wapres adalah Menteri Kebudayaan atau Menteri Pariwisata," tambahnya.

Budi menegaskan, soft opening belum berarti Museum Sains dan Teknologi langsung dibuka untuk masyarakat luas. Pada tahap awal, kunjungan masih dilakukan secara terbatas dengan mengundang sejumlah pelajar untuk mengikuti tur edukasi.

"Besok itu soft opening. Hari pertama mungkin belum untuk umum. Rencananya menghadirkan beberapa siswa untuk mengikuti tur museum, tetapi masih terbatas," jelasnya.

Baca Juga: Mahasiswa UMS Bikin Lampu PJU Panel Surya, Tahan Menyala 14 Jam Dan Dilengkapi Sensor Kabut

Ke depan, museum juga akan menerapkan tiket masuk. Namun, besaran tarif maupun waktu pemberlakuannya masih dalam tahap pembahasan.

"Rencananya memang akan ada tiket masuk. Cuma kapan mulai diterapkan dan berapa besarannya, saya belum tahu," ujarnya.

Museum Sains dan Teknologi Solo dibangun oleh pengusaha nasional Dato Sri Tahir dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 400 miliar hingga Rp 600 miliar.

Berlokasi di lahan milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan, museum ini diproyeksikan menjadi salah satu museum sains terbesar di Jawa Tengah.

Baca Juga: Warung Yu Sar Bangak, Rica-Rica Mentok Legendaris Boyolali yang Pedasnya Bikin Nagih

Selama masa transisi, pengelolaan museum masih berada di bawah Yayasan Tahir sesuai kesepakatan dengan Pemerintah Kota Solo.

"Ini sementara pengelolaannya tetap di bawah Yayasan Tahir untuk masa transisi yang sudah kami sepakati," kata Budi.

Museum tersebut dilengkapi berbagai wahana edukatif berstandar internasional, mulai dari zona budaya, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan dasar, hingga museum astronomi dan antariksa. Kawasan museum juga memiliki taman hutan, taman bunga, area piknik, fasilitas permainan, serta replika dan fosil asli dinosaurus sepanjang sekitar 20 meter yang didatangkan dari China.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Museum Sains dan Teknologi Solo diharapkan menjadi destinasi wisata edukasi baru sekaligus pusat pembelajaran sains bagi masyarakat dan pelajar di Solo maupun Jawa Tengah. (ves)

 
 
 
 
Editor : Kabun Triyatno
Soft opening edukasi Museum Sains dan Teknologi Gibran Rakabuiming Raka Dato Sri Tahir