RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan kejutan untuk mengenang mendiang maestro campursari Didi Kempot. Sebuah tugu yang didedikasikan untuk sang Godfather of Broken Heart tengah disiapkan.
Namun, rencana tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pemkot Solo masih melakukan komunikasi dengan keluarga dan ahli waris Didi Kempot untuk meminta persetujuan.
Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto menegaskan, pemkot tidak ingin mengambil keputusan sepihak terkait pembangunan monumen tersebut.
Baca Juga: Kenapa Musisi Sekarang Membangun “Dunia” Sendiri di Balik Musiknya?
“Masih saya komunikasikan dengan ahli warisnya almarhum untuk mendapatkan persetujuan. Nanti jika keluarga menyetujui, akan ada surprise untuk The Legend of Broken Heart,” ujar Respati.
Respati belum membuka lokasi maupun desain tugu yang disiapkan. Dia meminta masyarakat menunggu hingga konsep tersebut benar-benar siap diumumkan.
“Nanti tunggu tanggal mainnya,” katanya.
Baca Juga: Dari Layar ke Dunia Nyata, Kini Pengalaman Menonton Makin Dibuat Interaktif
Bagi Pemkot Solo, Didi Kempot bukan sekadar penyanyi campursari.
Karya-karya almarhum telah menjadi bagian dari perjalanan musik dan budaya Solo. Lagu-lagunya yang mengangkat kisah patah hati, kerinduan, hingga kehidupan masyarakat Jawa mampu menembus batas daerah dan generasi.
Popularitas tersebut bahkan melahirkan fenomena Sobat Ambyar, sebutan bagi para penggemar Didi Kempot.
Karena itu, rencana pembangunan tugu tidak sekadar dipandang sebagai pembangunan sebuah monumen. Pemkot ingin menjadikannya sebagai simbol penghormatan terhadap kontribusi Didi Kempot sekaligus bagian dari identitas kesenian Kota Solo.
Satu hal yang dipastikan Respati, pembangunan tugu tersebut tidak akan menggunakan APBD Kota Surakarta.
Pemkot tengah menyiapkan konsep pembangunan dengan sumber pendanaan non-APBD. Langkah itu dilakukan agar rencana penghormatan terhadap Didi Kempot tidak membebani anggaran pemerintah maupun masyarakat.
“Pokoknya surprise. Tidak membebani masyarakat, maksudnya non-APBD,” tegas Respati.
Meski demikian, Respati belum menjelaskan apakah pembangunan nantinya melibatkan pihak swasta, donasi, dana amal, atau skema pendanaan lainnya.
Dia memilih merahasiakan detail tersebut hingga konsep pembangunan benar-benar matang.
Di tengah rencana pembangunan tugu, Respati juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan kiprah keluarga Didi Kempot di dunia musik.
Putra almarhum, Staso Prasetyo, dijadwalkan menjalani tur di Belanda pada September mendatang. Respati menyambut positif rencana tersebut dan berharap Staso mampu melanjutkan jejak sang ayah.
Menurutnya, kiprah Staso di luar negeri bukan hanya menjadi perjalanan karier pribadi, tetapi juga membawa nama Solo dan keluarga Didi Kempot ke panggung internasional.
“Saya sangat mendukung nanti di September itu akan berjalan tur putra dari almarhum Didi Kempot, Mas Staso, di Belanda. Ini menjadi kebanggaan warga Solo. Saya sangat mendukung karier beliau, semoga bisa meneruskan dari almarhum Didi Kempot,” ungkapnya.
Respati mengakui, dirinya juga memiliki kedekatan emosional dengan karya-karya Didi Kempot sebagai salah satu Sobat Ambyar.
Karena itu, rencana tugu tersebut menjadi bentuk apresiasi pribadi sekaligus penghormatan Pemkot Solo terhadap sosok yang telah memberi warna besar bagi musik dan budaya kota ini.
“Sebagai bentuk apresiasi, karena saya juga sebagai Sobat Ambyar,” ujarnya.
Kini, tinggal menunggu satu hal: di mana tugu itu akan berdiri dan seperti apa wajah penghormatan Solo untuk sang maestro?
Pemkot masih menyimpan jawabannya sebagai kejutan. (atn)
Editor : Kabun Triyatno