RADARSOLO.COM-Kompleksitas persoalan sosial di wilayah Kelurahan Gilingan mendorong sang lurah, Galih Kusuma Atmaja, merancang strategi pendekatan berbasis solusi nyata.
Melalui program "Mas Gilang Suka Tomat" (Masyarakat Gilingan Sukseskan PSK Tobat Maksiat), pihak kelurahan berupaya merangkul para pekerja seks agar beralih pekerjaan guna menuju kehidupan yang lebih baik.
Sejak dilantik sebagai Lurah Gilingan pada Februari 2026, Galih aktif memetakan persoalan wilayah yang dihuni sekitar 21 ribu jiwa di 21 RW dan 110 RT tersebut.
Baca Juga: Investasi Rp 1,6 Triliun, PLTS Terapung Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Diproyeksi Hasilkan 134,2 MWp
Di balik keberadaan objek vital seperti Terminal Tirtonadi dan Masjid Raya Sheikh Zayed, Gilingan dihadapkan pada tingginya fenomena penyakit masyarakat, termasuk praktik prostitusi di kawasan hotel melati.
“Beberapa kali penertiban dilakukan. Tapi dari PSK-nya tidak berkenan karena mereka masih membutuhkan penghasilan. Ada keluarga, ada anak. Kalau memang benar-benar mau dientaskan, harus diberikan solusi yang nyata,” ungkap Galih.
Pendekatan persuasif tanpa menghakimi menjadi modal utama program ini.
Pihak kelurahan memfasilitasi gerobak UMKM yang bersumber dari anggaran Dana Pembangunan Kelurahan (DPK) 2026 sebagai sarana modal usaha awal.
Sejauh ini, pihak kelurahan telah mengalokasikan bantuan 15 unit gerobak, dengan dua orang sasaran ber-KTP Gilingan yang telah menyatakan komitmen untuk tobat.
“Saat ini sudah ada dua PSK yang ingin berhenti dan alih pekerjaan. Sudah kami temui, yang satu ingin dagang angkringan,yang satu ingin jualan es teh jumbo. Kalau sudah punya niat baik, insya Allah hasilnya baik,” ungkap Galih.
Baca Juga: Unggul di Sistem Pembayaran Digital, BRI Borong 8 Penghargaan PRIMA Awards 2026
Guna memperkuat sektor permodalan dan lokasi berjualan, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani telah memberikan pendampingan serta bantuan modal secara langsung.
Galih juga berkoordinasi dengan Wali Kota Surakarta Respati Ardi, pelaku usaha, hingga pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed untuk menyokong keberlanjutan program tersebut.
“Nama Masyarakat Gilingan Sukseskan PSK Tobat Maksiat sengaja kami pilih untuk menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat dapat mengambil bagian," terangnya.
"Ini tanggung jawab kita bersama, semuanya boleh berkontribusi agar menjadikan Gilingan lebih baik lagi,” imbuh Galih.
Baca Juga: 6.440 KK Penerima Bansos di Wonogiri Terdeteksi Transaksi Judol
Melalui pendampingan yang intensif dan pengawasan berkala, program ini diharapkan dapat memfasilitasi masa depan yang mandiri bagi para penerima manfaat.
“Namanya hidayah datangnya juga tidak bisa dipaksakan. Ketika dia sudah mendapatkan hidayah, insyaallah nanti akan mentas dengan sendirinya,” pungkas Galih. (ves)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com