RADARSOLO.COM – DPD PKS Kota Solo meluncurkan Pos Pemberdayaan Ekonomi dan Keluarga (PPEK) sebagai wadah pengembangan kewirausahaan kader sekaligus penguatan literasi ekonomi rumah tangga.
Program tersebut diluncurkan melalui Launching dan Kajian Literasi Ekonomi bertema Membangun Kekayaan dari Rumah di Kantor DPD PKS Kota Surakarta. Kegiatan diikuti puluhan kader perempuan dari sejumlah DPC PKS se-Kota Solo.
Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPD PKS Kota Solo Kurnia Prihantini mengatakan PPEK tidak hanya menjadi ruang promosi usaha yang telah berjalan, tetapi juga mendorong kader lain berani memulai usaha.
“Kami berharap kegiatan kali ini dapat mengenalkan usaha keluarga dari DPC. Kita butuh menumbuhkan gerakan berusaha di kalangan kader dan saling nglarisi sehingga bisa berkembang bersama,” kata Kurnia.
Baca Juga: Endus Peredaran Sabu Di Kartasura, Bekuk Pengedar Dengan Barang Bukti 3,78 Gram
Menurutnya, penguatan ekonomi keluarga tidak cukup hanya dengan meningkatkan pendapatan. Ekosistem usaha yang saling mendukung diperlukan agar usaha skala rumah tangga mampu bertahan dan berkembang.
“PPEK hadir bukan hanya untuk yang sudah berusaha, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat berwirausaha,” ujarnya.
Ketua DPD PKS Kota Surakarta Abdul Kadir Audah menilai ketahanan ekonomi menjadi salah satu fondasi keluarga yang harmonis. Pengelolaan keuangan yang sehat diperlukan agar pemasukan keluarga tidak habis untuk memenuhi pengeluaran.
Baca Juga: Hindari Gesekan Massa, Grebeg Mulud Dua Kubu Keraton Digelar Beda Waktu
“Ketika pemasukan keluarga tidak cukup, inilah salah satu penyebab ketidakharmonisan. Pemahaman literasi keuangan bagi suami dan istri mendukung adanya pengelolaan keuangan keluarga yang sehat agar pendapatan lebih besar daripada belanja,” jelasnya.
Ia juga mendorong kader mengembangkan usaha dengan tiga prinsip, yakni Malakah atau kemampuan diri, Istiqomah dalam mempertahankan keberhasilan, serta Amanah dalam menjaga kepercayaan.
“Kemampuan diri harus terus ditingkatkan. Perlu inovasi agar usaha kita terus berkembang,” katanya.
Sementara itu, Owner Sari Snack Widarti yang menjadi narasumber memotivasi peserta agar tidak menganggap usaha rumah tangga sebagai kegiatan ekonomi berskala kecil.
“Saat seorang ibu berdaya di rumahnya, seluruh keluarga meraih kemerdekaannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing DPC juga membuka lapak untuk memperkenalkan produk usaha keluarga. Dengan demikian, PPEK tidak hanya menjadi forum literasi ekonomi, tetapi sekaligus ruang promosi dan pemasaran.
Melalui program tersebut, PKS Solo menargetkan tumbuhnya budaya kewirausahaan di kalangan kader. Jejaring antarpelaku usaha diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat ekonomi keluarga. (atn)
Editor : Kabun Triyatno