Dapat Kucuran APBN 2026 Rp 5 Miliar, Pemkot Solo Revitalisasi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Murid SD berkunjung ke Museum Radya Pustaka. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Murid SD berkunjung ke Museum Radya Pustaka. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Pemkot Solo optimistis proyek revitalisasi sejumlah museum di Solo yang didanai anggaran Kementerian Kebudayaan dapat menjadi daya tarik baru untuk memaksimalkan potensi pariwisata.

Dukungan tersebut mengemuka saat kunjungan kerja Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, ke Solo pada Rabu (27/8/2026).

Pengembangan sektor kebudayaan oleh pemerintah pusat ini diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata dan penggerak roda ekonomi daerah.

Baca Juga: Punya CEO Eks Garuda Indonesia, Taman Balekambang Padukan Wellness Tourism dan Seni Budaya

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut baik dan mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian cagar budaya di wilayahnya.

Seperti Keraton Solo Museum Radya Pustaka, dan Museum Keris Nusantara.

“Sektor kebudayaan ini bisa jadi penggerak ekonomi dan pariwisata di Solo. Apapun kegiatan yang dilaksanakan terkait kebudayaan saya ucapkan banyak terima kasih,” ujar Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, Kamis (27/8/2026).

Respati menambahkan bahwa bantuan dari anggaran pusat tersebut dipastikan membawa dampak positif langsung bagi masyarakat luas.

“Terima kasih, Keraton Kasunanan, Museum Radya Pustaka, dan Museum Keris dapat bantuan dari APBN agar dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Skema pengerjaan revitalisasi dibagi menjadi dua jalur pengelolaan.

Baca Juga: Bali United Jadi Simulasi Away, Kendal Tornado FC Uji Mental Sebelum Championship

Pembenahan Keraton Solo dikelola langsung oleh pihak keluarga keraton dan raja, sedangkan Museum Radya Pustaka serta Museum Keris Nusantara berada di bawah pengelolaan Pemkot.

Alokasi anggaran APBN 2026 untuk dua museum milik Pemkot Solo tersebut mencapai total Rp 5 miliar, dengan pengerjaan fisik dijadwalkan berlangsung mulai September hingga akhir tahun 2026.

Kepala UPTD Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Bonita Rintyowati membeberkan rincian pembagian dana segar tersebut.

“Masing-masing Rp 2,5 miliar. Radya Pustaka Rp 2,5 miliar, Museum Keris juga Rp 2,5 miliar. Pembenahannya diarahkan untuk meningkatkan kualitas ruang pamer sekaligus fungsi museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya,” terangnya. (ves)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
museum keris Wali Kota Solo Respati Ardi museum radya pustaka APBN 2026 revitalisasi