RADARSOLO.COM – Memasuki puncak musim kemarau pada Agustus-September, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diimbau tidak bermain api maupun membakar sampah sembarangan.
Kepala BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo mengatakan, imbauan tersebut terus disampaikan untuk menekan risiko kebakaran. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama setelah terjadi kebakaran di Pajang, Laweyan.
“Jangan sembarangan main api, jangan melakukan pembakaran sampah, dan sebagainya. Di luar itu personel juga standby 24 jam jika terjadi hal tidak diinginkan,” kata Ari, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: Mengenang Setahun 17+8 Tuntutan Rakyat, Sejauh Mana Aspirasi Itu Terwujud?
Selain meningkatkan kesiapsiagaan personel, BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo rutin melakukan pelatihan mitigasi. Materi pelatihan meliputi penanganan kebakaran akibat gas elpiji dan kompor, pelokalisiran api, hingga evakuasi di gedung.
Simulasi evakuasi juga digelar di kompleks Balai Kota Solo, Jumat (28/8). Pelatihan serupa dilakukan di tingkat kelurahan maupun lingkungan swasta.
“Pelatihan bencana, mitigasi, evakuasi sering kita lakukan. Selain itu pelatihan di kelurahan hingga swasta juga rutin dilakukan,” ujarnya.
Baca Juga: Lokasi Judi Kasino Di Sukoharjo Pernah Diadukan Ke DPRD, Kini Tak Ada Aktivitas
BPBD mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi kekeringan dan kebakaran selama musim kemarau. Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani juga meminta warga meningkatkan mitigasi menghadapi potensi bencana.
“Musim kemarau panjang seperti ini bencana kekeringan, kebakaran bisa terjadi sewaktu-waktu. Kami minta masyarakat lebih waspada akan potensi bencana yang muncul di musim seperti ini,” kata Astrid. (ves)
Editor : Kabun Triyatno