Solo Juara II KERIS Jateng Investment Challenge 2026, Bidik Proyek Rp5,2 Triliun

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:35 WIB
Pemkot Solo menyabet juara 2 investasi di Jateng, Wali Kota Solo Respati Ardi menerima penghargaan dari Pemprov Jateng.
Pemkot Solo menyabet juara 2 investasi di Jateng, Wali Kota Solo Respati Ardi menerima penghargaan dari Pemprov Jateng.

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali mencatatkan prestasi di bidang investasi. Kota Bengawan meraih Juara II KERIS Jateng Investment Challenge 2026 dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Pemkot Solo dalam menciptakan iklim investasi kondusif sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, capaian tersebut menjadi modal bagi Pemkot untuk terus meningkatkan kualitas proyek investasi yang ditawarkan kepada calon investor.

Baca Juga: NIK Terafilisasi Judol, Ribuan Warga Sukoharjo Ajukan Sanggah

“Capaian Juara II KERIS Jateng Investment Challenge 2026 sekaligus menjadi modal penting bagi Pemkot Surakarta untuk terus meningkatkan kualitas proyek investasi yang kami tawarkan,” kata Respati usai menerima penghargaan.

Menurutnya, CJIBF tidak sekadar menjadi ajang promosi investasi. Forum tersebut juga membuka peluang kerja sama antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha, investor, lembaga keuangan, hingga calon investor dari dalam dan luar negeri.

“Pemerintah Kota Solo berupaya memastikan investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Mitos Kerbau Peliharaan Warga Kampung Klurahan Sukoharjo, KarenaTernak Sapi Undang Malapetaka

CJIBF 2026 diikuti sekitar 400 peserta. Sejumlah proyek investasi Jawa Tengah yang telah melalui proses kurasi ditawarkan kepada investor dengan total potensi mencapai Rp19,07 triliun.

Salah satu proyek yang melibatkan Surakarta adalah kerja sama pengelolaan sampah regional dengan PT Energy3 International (E3i), Inc. Kolaborasi tersebut melibatkan Kota Salatiga serta Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan Sukoharjo.

Nilai investasi kerja sama pengelolaan sampah tersebut diperkirakan mencapai Rp5,2 triliun. Proyek lintas daerah itu diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di kawasan Solo Raya.

Sebelumnya, Energy3 International juga telah menjajaki kerja sama dengan Pemprov Jateng untuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau waste-to-fuel di kawasan Solo Raya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, setiap daerah memiliki potensi investasi berbeda yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing.

“Masing-masing daerah punya potensi yang berbeda-beda, tetapi napasnya sama untuk mendongkrak investasi di daerah masing-masing,” katanya.

Mengusung tema Accelerating Investment Growth in Central Java through Sustainable Development and Regional Competitiveness, CJIBF 2026 menekankan investasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan dan peningkatan daya saing daerah.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnaen berharap forum tersebut mampu semakin mengangkat potensi investasi di Jawa Tengah.

“Harapannya, kegiatan ini dapat mendongkrak potensi investasi dan menjadi ruang untuk menghadirkan gagasan-gagasan yang konkret bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
penghargaan ekonomi Wali Kota Solo Respati Ardi investasi sampah