RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus mendorong budaya bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat. Komitmen itu diwujudkan melalui dukungan terhadap Solo Diversity Bike 2026 yang bakal digelar di Benteng Vastenburg, Sabtu (19/9).
Wali Kota Solo Respati Ardianto mengatakan, kegiatan bersepeda seperti Solo Diversity Bike sejalan dengan upaya pemerintah membangun ekosistem bersepeda di Kota Solo. Menurutnya, bersepeda bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi cara menikmati kota sekaligus mempererat interaksi antarmasyarakat.
“Saya sangat mendukung budaya bersepeda melalui Solo Diversity Bike. Ini sejalan dengan semangat bersepeda yang terus dibangun di Kota Solo,” kata Respati.
Baca Juga: DPRD Solo Bahas Raperda Kesehatan Hewan, Daging Anjing hingga Rabies Ikut Disorot
Namun, dorongan terhadap budaya bersepeda juga diiringi dengan ajakan agar pesepeda tetap tertib berlalu lintas. Hal itu menyusul adanya keluhan masyarakat terkait pengguna sepeda yang dinilai belum disiplin saat berada di jalan raya.
Respati mengatakan Pemkot Surakarta terus menggencarkan sosialisasi agar aktivitas bersepeda berlangsung aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengguna jalan. Edukasi dilakukan dengan melibatkan berbagai komunitas sepeda sehingga pemahaman mengenai aturan lalu lintas dapat semakin kuat.
Baca Juga: Water Bombing Sudah, Kebakaran TPA Putri Cempo Bakal Ditangani dengan Modifikasi Cuaca
“Harapannya Solo menjadi kota yang semakin aman dan nyaman untuk bersepeda. Mari kita gowes bersama menuju Solo Wellness City 2030,” ujarnya.
Solo Diversity Bike 2026 sendiri bakal melibatkan berbagai komunitas sepeda, termasuk peserta dari luar daerah. Kehadiran peserta luar kota diharapkan memberikan efek berganda bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Solo.
Mengusung tema “Bersatu Lewat Sepeda”, kegiatan tersebut menargetkan hingga 500 peserta. Mereka akan mengikuti Fun Ride sejauh 30 kilometer dengan rute yang melintasi sejumlah ikon Kota Solo, seperti Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran, Kampung Batik Kauman, hingga De Tjolomadoe.
Baca Juga: Diduga Terjun ke Sumur, Warga Jumapolo Karanganyar Berhasil Dievakuasi: Ini Penuturan Keluarga
Tak hanya bersepeda, kegiatan juga akan dimeriahkan UMKM Fair, hiburan musik, serta tantangan pembuatan konten melalui media sosial. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan sekaligus menjadi sarana mengenalkan sejarah, budaya, kuliner, dan destinasi wisata Solo kepada peserta dari berbagai daerah.
Direktur PT Viva Vastenburg Fortress selaku penyelenggara, Jeffrey Suryadinata, mengatakan tren bersepeda berkembang pesat di berbagai daerah, termasuk Solo. Menurutnya, aktivitas tersebut semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat setelah pandemi.
“Gerakan masyarakat bersepeda sudah menjamur di berbagai daerah, termasuk di Kota Solo. Ini meningkat tajam pascapandemi dan menjadi gaya hidup masyarakat. Melalui Solo Diversity Bike 2026 kami mengajak seluruh komunitas dan masyarakat untuk ikut meramaikan dan menjalin silaturahmi antarkomunitas,” ucap Jeffrey. (ves)
Editor : Kabun Triyatno