RADARSOLO.COM – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan untuk membantu pembentukan awan hujan sebagai salah satu upaya mendukung penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo. Saat ini, hasil penyemaian awan tersebut masih dinantikan.
Berdasarkan informasi Pemkot Solo, OMC kembali dilaksanakan melalui penerbangan pesawat PK-YNA. Pada penerbangan kedua, penyemaian awan dilakukan di wilayah timur Surakarta dengan sasaran kawasan Gunung Lawu yang dinilai memiliki potensi awan hujan.
Baca Juga: Water Bombing Sudah, Kebakaran TPA Putri Cempo Bakal Ditangani dengan Modifikasi Cuaca
Flight Scientist PT Gaia Ananda Samasta, Rafi dan Roland, mengatakan tim menggunakan 800 kilogram bahan semai NaCl pada ketinggian sekitar 8.000 kaki. Penyemaian menyasar awan cumulus dengan base sekitar 5.500–6.000 kaki.
Saat penyemaian berlangsung, kecepatan angin sekitar 6 knot dari arah utara hingga timur laut. Target penyemaian ditentukan berdasarkan kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
Baca Juga: Rumah Ibadah Semua Agama di Solo Bebas PBB dan BPHTB
“Potensi awan hujan di wilayah Gunung Lawu tergolong banyak sehingga kawasan itu menjadi sasaran penyemaian di penerbangan kedua OMC. OMC dilakukan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan untuk menjadi target penyemaian,” terang Rafi dan Roland.
Di sisi lain, upaya pemadaman di TPA Putri Cempo terus dilakukan. Berdasarkan pantauan drone termal Jumat (11/9/2026) pagi, penanganan kebakaran telah mencapai 65 persen dari total 5,5 hektare area yang terbakar sejak Rabu (3/9/2026).
Baca Juga: Dorong Life Skill Masuk Pembelajaran Siswa SD Dan SMP Di Solo
Keterlibatan berbagai instansi dalam penanganan kebakaran disebut berhasil menekan titik-titik panas. Fokus operasi Jumat diarahkan ke Blok B, sementara pendinginan dilakukan di Blok C dan D untuk mencegah munculnya kembali titik api.
“Operasi pada Jumat (11/9) ini fokus pada Blok B untuk mengurangi titik panas di area itu sekaligus pendinginan di Blok C dan D untuk antisipasi kembalinya titik api karena cuaca maupun gas metana,” papar Kepala BPBD Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo. (ves)
Editor : Kabun Triyatno