RADARSOLO.COM – Status WhatsApp sederhana kini menjadi kenangan terakhir bagi keluarga Guntur Aji Pangestu, 27. Warga Kampung Gulon RT 02 RW 19, Kelurahan Jebres, itu dinyatakan hilang setelah KMP Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin mengalami kecelakaan laut pada Minggu (13/9).
Sejak kabar kecelakaan tersebut diterima, keluarga Guntur diliputi duka sekaligus kecemasan. Hingga Rabu (16/9/2026), keberadaan Guntur belum diketahui.
Kakak sekaligus saudara kembar Guntur, Guruh Adi Pangestu, masih terlihat gusar saat ditemui awak media di rumahnya. Dia menjadi salah satu anggota keluarga yang sempat dipamiti Guntur sebelum berangkat merantau ke Kalimantan untuk bekerja sebagai sopir ekspedisi.
Baca Juga: Fenomena Bola Api Melayang Hebohkan Warga Manisrenggo Klaten, Polisi Sebut Flare SOS
“Beberapa hari sebelum berangkat itu masih telepon saya. Ya tanya-tanya kabar saja,” kata Guruh, Rabu (16/9/2026).
Guruh mengaku awalnya tidak memiliki firasat buruk atas keberangkatan kembarannya. Pekerjaan sebagai sopir telah lama mereka lakoni sehingga kepergian Guntur ke Kalimantan bukan sesuatu yang mengkhawatirkan.
Kecemasan itu baru muncul ketika Guruh mendapat informasi bahwa identitasnya tercatat dalam daftar penumpang yang dinyatakan hilang dalam kecelakaan KMP Virgo Transport 8. Dari informasi tersebut, dia baru mengetahui bahwa Guntur berada di kapal yang mengalami kecelakaan.
Baca Juga: Delapan ASN Maju Pilkades Serentak 2026, Minta Saran Plt Bupati Sukoharjo
“Kaget juga waktu tahu seperti itu, langsung perasaan saya (berkecamuk, Red), sulit dijelaskan lah, Mas,” ujarnya.
Guruh kemudian segera mengabarkan informasi tersebut kepada anggota keluarga lainnya. Sejak saat itu, keluarga terus menanti kabar mengenai keberadaan Guntur.
Di tengah penantian tersebut, Guruh teringat sebuah status WhatsApp yang sempat diunggah sang adik sebelum berangkat. Status itu kini menjadi potongan kenangan terakhir tentang kembarannya.
“Seminggu ini perasaan saya sudah tidak enak. Saya baru ingat status Guntur, sudah mulai ngaco. Katanya badannya capek, ingin tidur terus,” kenang Guruh.
Pesan sederhana itu kini terus terngiang di benak keluarga. Mereka berharap Guntur segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Selain Guntur, dua warga Solo lainnya juga masih dalam pencarian setelah kecelakaan KMP Virgo Transport 8. Mereka yakni Ahda Dhiyaurrohman, 19, warga Gandekan, dan Aldo Nurahmasya, 18, warga Kepatihan Wetan.
Keluarga ketiganya masih menunggu kabar terbaru dari proses pencarian korban kecelakaan laut yang terjadi pada Minggu (13/9) tersebut. (ves)
Editor : Kabun Triyatno