RADARSOLO.COM – Pemkot Solo mulai mengganti lampu penerangan jalan umum (PJU) yang boros listrik dengan lampu LED. Tahun ini, sekitar 400 titik PJU di sejumlah jalan protokol menjadi sasaran penggantian sebagai bagian dari program meterisasi PJU.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, penggantian lampu tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi energi yang berjalan beriringan dengan meterisasi 16.667 titik PJU di Kota Solo.
Khusus penggantian lampu, Respati meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta memilih lampu dengan daya listrik lebih kecil, tetapi memiliki tingkat pencahayaan lebih tinggi.
Baca Juga: Jenazah Diduga Ahda dan Aldo Ditemukan, Keluarga Tunggu Hasil DNA
“Fisiknya akan lebih terlihat, Solo akan lebih terang. Jadi lampu-lampu yang boros listrik diganti. Lampu pelepas gas yang 400 watt akan diganti dengan LED 200 watt, lebih terang tapi lebih irit,” kata Respati, Selasa (22/9/2026).
Sebanyak 400 titik PJU yang menjadi sasaran tahun ini tersebar di sejumlah jalan protokol, di antaranya Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Tentara Pelajar. Penggantian lampu akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun berikutnya hingga seluruh PJU di Solo menggunakan lampu yang lebih efisien.
Baca Juga: Siapa Takim, Konten Kreator di Balik Video Boneka Tunjungan yang Viral?
Respati menyebut program meterisasi PJU telah memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran. Dari target efisiensi sekitar Rp1,7 miliar per bulan, capaian saat ini disebut telah mencapai Rp1,4 miliar per bulan.
“2029 insyaallah sudah terang semuanya. Untuk tahun ini efisiensi lampu sudah ada Rp1,4 miliar dari target Rp1,7 miliar per bulannya,” papar Respati.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Solo Taufiq Muhammad membenarkan penggantian lampu PJU dilakukan sejalan dengan program meterisasi. Saat ini pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran untuk penggantian 400 titik lampu tersebut sebelum diajukan kepada DPRD Kota Solo.
Baca Juga: Bikin Resah di Tunjungan, Konten Boneka Kini Masuk Radar Polisi
“Penggantian LED ini bagian dari Program Meterisasi PJU. Hanya saja untuk lampu LED-nya memang ada perubahan skema pembiayaan. Awalnya utang Rp24 miliar, tetapi akan diganti memakai skema pembiayaan APBD secara bertahap. Untuk nilainya kami masih menunggu penetapan di DPRD,” ujar Taufiq.
Penggantian lampu dengan LED tersebut diharapkan membuat pencahayaan jalan lebih optimal sekaligus menekan konsumsi listrik PJU. (ves)
Editor : Kabun Triyatno