RADARSOLO.COM - Pemkot Solo menyiapkan skema baru untuk menghidupkan kembali kios dan los yang masih sepi di Pasar Jongke.
Pemkot berencana menggratiskan retribusi kios selama enam bulan bagi pelaku UMKM yang ingin mulai berjualan, Selasa (22/9).
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, program tersebut disiapkan bersama dinas perdagangan (disdag) untuk memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM mencoba berjualan tanpa terbebani biaya sewa atau retribusi pada tahap awal.
“Kalau rekan-rekan yang masih menginginkan nanti pasar-pasar kami, kami sedang ada program dengan disdag. Kami akan menggratiskan enam bulan kios-kios yang sepi yang mulai berjualan. Nanti kalau laku baru dibayar. Kalau enggak laku, silakan enggak usah bayar,” kata Respati.
Baca Juga: Tolak Proyek Geothermal di Gunung Lawu, Aliansi Jaga Lawu Karanganyar Lari 150 Km ke Kantor Gubernur
Menurut Respati, pemberian etalase gratis tersebut diharapkan membuka akses bagi UMKM untuk mencoba pasar tanpa harus langsung menanggung biaya operasional yang besar.
Di sisi lain, Respati mendorong pedagang tidak hanya mengandalkan persaingan harga.
Menurutnya, perubahan perilaku konsumen perlu direspons dengan menawarkan produk dan layanan yang memiliki nilai lebih.
Sementara itu, Lurah Pasar Jongke Ali Muhlison mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan jumlah pedagang yang memiliki tunggakan retribusi.
Sebab, sistem administrasi retribusi pasar saat ini masih mengalami kendala.
“Jumlah kios yang nunggak kita belum bisa menyampaikan, kita menunggu admin kita di pasar. Terkait tunggakan di sini kan tetap ada tunggakan, kalau untuk berapa lama kami belum tahu pastinya,” kata Ali.
Dia menjelaskan, sistem retribusi elektronik membuat setiap pedagang memiliki nomor rekening masing-masing.
Pembayaran yang dilakukan pedagang saat ini masih tercatat pada rekening tersebut karena sistem mengalami gangguan sehingga belum dapat disetorkan ke kas daerah.
Dalam sistem administrasi, kondisi tersebut otomatis membuat sejumlah pedagang tercatat memiliki tunggakan.
Ali menyebut, Pasar Jongke masih memiliki cukup banyak los yang belum dimanfaatkan.
Berdasarkan pendataan sebelumnya, terdapat sekitar 79 los kosong. Sebagian lainnya pernah digunakan untuk berjualan tetapi kemudian ditinggalkan.
“Dinas pariwisata juga sudah survei ke lokasi dengan Disdag. Cek lokasi yang kosong, kemarin kita sampaikan ada 79 los murni yang kosong,” ujarnya.
Data tersebut, lanjut Ali, menjadi salah satu bahan untuk mengkaji rencana pemberian retribusi gratis selama enam bulan.
Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi stimulan untuk menarik pedagang baru sekaligus meramaikan aktivitas perdagangan di Pasar Jongke.
“Saya mendukung kebijakan itu. Kalau ada warga yang mau masuk memang belum tentu langsung ramai. Dengan menggratiskan dulu itu sangat bagus, melihat kondisi ekonomi yang lagi lesu jadi tidak terlalu rugi jualan di pasar setiap harinya,” ujarnya. (alf/bun)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo