RADARSOLO.COM – Ancaman kekeringan dan kebakaran membayangi Kota Solo di tengah kondisi hidrometeorologi kering yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo meminta warga meningkatkan kewaspadaan, mulai dari menghemat penggunaan air bersih hingga menghindari aktivitas pembakaran.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Solo Didik Sunarjono mengatakan, kekeringan menjadi salah satu potensi bencana yang perlu diantisipasi selama fenomena El Nino. Di Solo, wilayah utara, terutama Mojosongo dan sekitarnya, menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian terkait potensi kekurangan air.
Baca Juga: Bikin Gaduh Warga, Penghuni Kontrakan Nyaris Dimassa
“Untuk Solo, potensi kekeringan yang menjadi perhatian berada di kawasan utara, seperti wilayah Mojosongo dan sekitarnya. Selain kekeringan, potensi kebakaran juga perlu diwaspadai,” kata Didik, Selasa (20/10/2026).
Menurut dia, risiko kebakaran, baik di lahan maupun kawasan permukiman, juga perlu diantisipasi. Warga diminta lebih berhati-hati saat menggunakan api dan tidak membakar sampah maupun material lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD menyebarkan informasi kesiapsiagaan melalui pesan berantai kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mempercepat penyampaian informasi dan penanganan ketika terjadi krisis air maupun kebakaran.
Baca Juga: Kualitas PAUD Negeri dan Swasta di Solo Belum Merata, Venessa Usulkan Program Guru Kunjung
Kepala BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo menambahkan, mitigasi bencana perlu dilakukan melalui kewaspadaan mandiri dan gotong royong warga. Masyarakat diminta menggunakan air bersih secara bijak serta menjaga sumber mata air di lingkungan masing-masing.
Sementara untuk mencegah kebakaran, warga diimbau tidak membakar sampah atau lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Dalam menghadapi bencana kekeringan dan potensi kebakaran akibat El Nino, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan mandiri dan bergotong royong. Bijak menggunakan air bersih, merawat sumber air lokal, serta menghindari pembakaran sampah maupun lahan,” ujar Ari.
Dia juga meminta warga saling memantau kondisi lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan krisis air atau titik api. Pelaporan dapat dilakukan melalui pengurus RT/RW maupun BPBD agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
“Kepedulian antartetangga melalui pemantauan wilayah dan pelaporan cepat sangat penting agar penanganan lebih efektif,” pungkasnya. (ves)
Editor : Kabun Triyatno