RADARSOLO.COM – Pengguna jalan di Kota Solo perlu mengantisipasi rekayasa lalu lintas selama rangkaian Dhaup Ageng atau pernikahan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta menyiapkan pengalihan arus secara situasional, terutama saat prosesi kirab pada 7 November mendatang.
Kabid Lalu Lintas Dishub Solo Andri Wahyudi mengatakan, rekayasa lalu lintas diperkirakan berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 atau 18.00 WIB. Sejumlah ruas jalan di sekitar Pura Mangkunegaran akan ditutup sementara untuk memberi ruang bagi rombongan kirab.
Baca Juga: 6 Langkah Pasang Rambatan Bunga Bougenville Tanpa Merusak Tembok, Hasilnya Lebih Rapi
Rombongan akan berangkat dari Pura Mangkunegaran menuju Jalan Ronggowarsito. Selanjutnya, kirab bergerak ke barat menuju Simpang Empat Dr. Supomo atau Gajah Lahan. Rombongan kemudian berbelok ke kiri menuju Pengadilan Negeri, Simpang Pasar Pon, dan Jalan Diponegoro sebelum kembali memasuki kawasan Pura Mangkunegaran.
"Selama kirab akan ada penutupan dan pengalihan arus secara situasional. Pengaturan dilakukan mulai dari Simpang Empat Ramayana maupun Simpang Empat Keprabon," ujar Andri.
Baca Juga: 14 Pendaki Gunung Merapi Diamankan di Selo Boyolali, Ikut Open Trip Ilegal lewat Medsos
Salah satu rekayasa yang disiapkan adalah penerapan contraflow di Jalan Teuku Umar. Kendaraan dari arah utara dan timur yang tidak bisa melintas menuju Mangkunegaran akan diarahkan ke selatan melalui Jalan Teuku Umar menuju kawasan McDonald's.
Sebaliknya, kendaraan dari arah selatan yang hendak menuju utara akan ditutup dan dialihkan ke arah Nonongan atau timur. Pengaturan tersebut diperkirakan berlangsung sekitar dua jam selama prosesi kirab.
"Setelah kirab selesai, sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIB, arus lalu lintas akan kembali dibuka normal. Ini juga untuk mendukung pelaksanaan resepsi sesi kedua pada malam harinya," jelasnya.
Baca Juga: 10 Drama Korea Terbaru November 2026, Ada The Remarried Empress hingga The Blue Road
Selain kirab, Dishub juga menyiapkan pengaturan parkir untuk sejumlah agenda Dhaub Ageng yang berlangsung pada 3–7 November. Pada 5 November, misalnya, terdapat prosesi midodareni di dalam kawasan Pura Mangkunegaran yang diperkirakan dihadiri 400–500 tamu. Kendaraan tamu masih dapat tertampung di area parkir Mangkunegaran.
Pengaturan parkir lebih luas disiapkan pada 6 November, seiring pelaksanaan prosesi pemberkatan di Gereja Santo Antonius Purbayan dan acara mantenan di Pura Mangkunegaran.
Tamu yang menghadiri prosesi di Gereja Purbayan dapat memanfaatkan area parkir gereja. Sementara itu, kantong parkir tambahan disiapkan di Benteng Vastenburg dan sisi utara Balai Kota Solo.
Dishub juga menyiapkan area parkir di kawasan PTPN, PT SHA, serta halaman Sekolah Khusus Olahraga (SKO). Tamu yang memarkir kendaraan di lokasi tersebut akan difasilitasi shuttle bus menuju Pura Mangkunegaran.
"Untuk tanggal 6, secara umum jalur lalu lintas di sekitar lokasi masih dibuka normal. Night Market Ngarsopuro juga diliburkan pada 6 dan 7 November," terangnya.
Untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara, Dishub menyiagakan personel gabungan bersama TNI, Polri, dan Satpol PP. Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai depan Pura Mangkunegaran, pintu barat dan timur, Simpang Keprabon, Simpang SKO, hingga sejumlah persimpangan lainnya.
Andri mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama saat prosesi kirab berlangsung. Pengguna jalan juga diminta menyesuaikan perjalanan dengan rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara situasional. (atn)
Editor : Kabun Triyatno