”Diundur jadi Agustus karena adanya kasus virus korona,” terang Pelatih Anggar Kota Solo Hendra Faradillah.
Mewabahnya virus korona dari Tiongkok ke sejumlah negara beberapa waktu terakhir memang membuat banyak kejuaraan internasional gagal digelar. Salah satunya tentu event Asian Junior Cadet Fancing Championship 2020 ini.
Di lain sisi, di ajang ini, Tiongkok dianggap Indonesia jadi lawan yang cukup berat untuk dihadapi.
“Lawan paling berat Tiongkok. Belum lagi dari Korea dan Jepang,” kata Hendra Faradilla yang sempat jadi pelatih Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2017 di Malaysia tersebut.
Dari Solo sendiri, total ada empat fencer yang masuk kontingen Indonesia di ajang ini. Mereka yakni Putri Faradilla (floret putri kadet), Kusuma Jasmine (degen putri kadet), Dinda Ariyanti (sabel putri junior), dan Yusuf Aprilian (floret putra junior). Mereka terpilih karena prestasi di berbagai ajang kelas nasional maupun internasional. Mereka juga tergabung dalam kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) Jateng.
Tampil di ajang sekelas Asia, Hendra ogah pasang target muluk-muluk. Dia membidik posisi semifinal, yang menurutnya sudah cukup membanggakan. Bukan tanpa alasan, sebab calon lawan yang akan dihadapi beberapa di antaranya sudah kelas dunia. Bahkan ada yang saat ini sudah bersiap untuk terjun di ajang Olimpiade. (nik/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra