Ekshibisi berjalan tertutup dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat pencegahan penyebaran Covid-19. Sepanjang laga, Alberto “Beto” Goncalves dkk lebih menguasai jalannya pertandingan. Praktis hanya sesekali tim Singo Lawu –julukan Persika Karanganyar– mengancam gawang Persis yang dikawal Wahyu Tri Nugroho (WTN).
Permainan Persis kian menggigit di paro kedua. Sejumlah peluang matang berhasil dikreasi. Laga baru berjalan dua menit, Rivaldi Bawuo coba melepaskan shooting. Sayang, tendangannya melenceng tipis di sisi kiri gawang Persika.
Beberapa menit berselang, giliran Arapenta Poerba mencoba peruntungan. Sayang, tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih ditahan kiper lawan yang tampil cukup brilian. Bahkan, kesialan Persis bertambah di menit ke-70. Sundulan Beto membentur mistar gawang.
Peluang emas terakhir tercipta di menit ke-82. Irfan Jauhari berdiri bebas di mulut gawang lawang. Sayang, sepakannya justru melambung di atas mulut gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
“Pelatih terus mematangkan komposisinya. Kami cukup siap menatap Piala Walikota Solo 2021,” terang Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona kepada Jawa Pos Radar Solo.
Sementara itu, Manajer Persika Prihanto tak menyangka timnya bisa memberi tekanan ke kubu Persis. Sebab, materi pemain yang dimilikinya terbilang pas-pasan. Kalah kelas dibanding lawan yang bertabur bintang.
“Hanya kurang pengalaman dan jam terbang saja. Persiapan kami hanya dua hari untuk menggenjot mental pemain. Hasilnya lumayan. Karena semua tahu, pemain Persis Solo yang tampil sejak awal, semuanya inti. Kalau hanya kebobolan satu gol, kan lumayan,” ujarnya. (rud/nik/fer) Editor : Syahaamah Fikria