Pemain 25 tahun kelahiran Purwakarta, Jawa Barat ini optimistis bakal menembus ketatnya persaingan di kompartemen lini belakang Persis. Sebagai catatan, bond kebanggan wong Solo ini dihuni sederet palang pintu tangguh. Sebut saja el capitano Eky Taufik, M. Abduh Lestaluhu, Eriyanto, hingga Zikri Akbar.
“Berada di sini (Persis Solo) merupakan keputusan besar dalam karir say. Banyak prospek bagus untuk saya. Hal terbaik akan saya berikan untuk Persis,” koarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (4/7).
Di bekas klubnya Persija Jakarta, Alfath biasa beroperasi di sektor fullback. Sesekali, dimainkan sebagai gelandang serang. Kemampuannya yang fleksibel dan serbabisa, menjadi opsi menarik bagi tim kepelatihan.
“Persis tim kuat sekaran. Banyak pemain Liga 1 di sini. Secara komposisi, baik pemain utama maupun pelapis, punya kemampuan merata dan tidak jauh berbeda. Semoga saya dapat membantu mencapai target Persis, promosi ke kasta tertinggi,” ungkap jebolan akademi Persib Bandung tersebut.
Selama karirnya, Alfath pernah mampir di tiga klub Liga 1. Sebelum gabung Macan kemayoran –julukan Persija Jakarta–, dia pernah memperkuat Persiba Balikpapan dan Madura United. Paling gres, dia membawa Persija jawara Piala Menpora 2021, April lalu.
Selama berkarir di kasta tertinggi, Alfath 69 kali merumput. Mencetak dua gol plus 11 assists. Bergabung di Persis, Alfath menyusul dua seniornya di Persija. Yakni Heri Susanto dan Sandi Sute. (nik/fer) Editor : Damianus Bram