Dara manis 16 tahun tersebut optimistis bisa mendulang prestasi membanggakan di tanah Papua. Tak tanggung-tanggung, tiga medali emas dibidik. Maklum, motivasinya tengah membuncah seiring keberhasilannya lolos ke PON perdananya.
“Target saya di PON emas. Saya akan berusaha keras meraihnya,” koar putri eks pelatih nasional anggar Hendra Faradilah ini kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (23/7).
Di PON Papua, Putri bakal terjun di kelas perorangan foil putri, beregu foil putri, dan beregu sabel putri. Sebagai fencer termuda Jateng, dia mengaku tidak memiliki beban.
“Saya tahu, semua lawan di PON pasti berlatihan keras juga. Jadi saya akan lebih matangkan lagi persiapannya,” imbuhnya.
Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali, 3-25 Juli, Putri tak berpangku tangan. Dia malah kian intens berlatih di rumah. Termasuk mengasah skill, teknik, hingga fisik.
“Saya masih rutin latihan. Tiap Senin-Jumat pagi mulai pukul 08.30. Ditambah latihan sore mulai pukul 16.00,” terang siswa kelas II SMAN 4 Surakarta tersebut.
Dara manis kelahiran Palembang, 4 November 2004 ini punya modal bagus sebelum terbang ke Papua. Dia menggondol medali emas sebuah kejuaraan di Surabaya, Oktober 2020 lalu. “Alhamdulillah saya emas kategori foil putri U-16,” ujarnya.
Sebelumnya, Putri menyabet juara di tiga kejurnas kelas prakadet foil putri di Jakarta, 2017 silam. Prestasinya berlanjut di 2018. Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng di Solo, dia meraih emas kelas beregu sabel putri. Plus dua perunggu kelas perorangan foil putri dan beregu foil putri.
Capainnya kian mengkilap dalam Kejurnas Anggar 2018 di Jakarta. Dia meraih emas kelas prakadet foil putri. Disusul perak kelas sabel putri South East Asia Fencing Federation (SEAFF) Championship 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia. Di 2019, dia meraih perunggu Pra-PON kelas beregu foil putri dan kejurnas kadet foil putri. (nik/fer)
Editor : Damianus Bram