Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Enam Dosen UNS Jadi Pelatih di Paralimpiade Tokyo 2020

Niko auglandy • Sabtu, 28 Agustus 2021 | 05:21 WIB
Slamet Widodo (kiri) ikut berbanggsa melihat Sapto Yogo Purnomo meraih perunggu Paralimpiade di Tokyo (27/8).
Slamet Widodo (kiri) ikut berbanggsa melihat Sapto Yogo Purnomo meraih perunggu Paralimpiade di Tokyo (27/8).
SOLO, Radar Solo – Setelah kemeriahan Olimpiade Tokyo 2020 berakhir, kini giliran Paralimpiade Tokyo 2020 yang mulai digelar. Paralimpiade atau Paralympic Games adalah multievent untuk atlet disabilitas terbaik sedunia.

Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ternyata turut ambil bagian dalam perhelatan Paralimpiade tahun ini. UNS mengirimkan enam dosen dari FKOR sebagai pelatih. Kini mereka sudah berada di Tokyo, mengawal para duta bangsa yang tengah berjuang di lapangan.

Keenam dosen tersebut yakni Sapta Kunta Purnama, sebagai pelatih sekaligus manajer tim para badminton Indonesia. Islahuzaman dan Fadhilah Umar sebagai pelatih para cycling atau balap sepeda. Slamet Widodo dan Purwo Adi sebagai pelatih para atletik dan Rizan sebagai tim teknis balap sepeda.

Selain enam dosen, UNS juga mengirimkan satu mahasiswanya dalam ajang bergengsi tersebut. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik angkatan 2019 Karisma Evi Tiarani bakal wakili Indonesia dalam cabang olahraga atletik.

Slamet Widodo salah satu pelatih dari UNS yang saat ini berada di Tokyo menuturkan, sejumlah atlet Indonesia sudah ada yang mulai bertanding, ada juga yang tinggal menunggu jadwal pertandingan mereka.

“Saya yakin para atlet pasti sudah melakukan yang terbaik,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, (26/8).

Slamet Widodo ikut berbangga atletnya yakni Sapto Yogo Purnomo akhirnya sukses menyumbang perunggu untuk Indonesia, kemarin (27/8). Ini setelah sprinter asal Banyumas tersebut finis di posisi ketiga di cabang olahraga (cabor) para athletic nomor Men's 100 m-T37.

“Yogo orangnya disiplin dalam menjalankan program latihan. Dia memang pantas meraih prestasi ini,” ucap Slamet.

Banyak tantangan yang harus dihadapi para pelatih dan tim atlet Indonesia. Mulai dari lawan yang kuat dari berbagai dunia dan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) yang begitu ketat. Slamet menjelaskan seminggu sebelum berangkat para pelatih dari UNS diwajibkan mengikuti swab tiap hari. “Kadang hidung saya sampai sakit karena keseringan di-swab,” keluhnya.

Meskipun banyak tantangan yang dihadapi. Slamet berharap tim atlet Indonesia dapat mempersembahkan hasil yang maksimal. Para atlet diharapkan dapat melewati semua pertandingan dengan lancar dan mempersembahkan medali untuk negara. “Target kami (kontingen Indonesia) tentunya membawa pulang medali emas,” tutupnya. (ian/nik) Editor : Niko auglandy
#Paralympiade #paralympic games tokyo #dosen uns